Selasa, 27 April 2010

Kunjungan Kerja Danrem 022 dan Dandim 0204 ke Pemerintah Tebing Tinggi

Kunjungan Silaturahmi Danrem 022/Pantai Timur, Kol. Kavalari Wahardono dan Dandim 0204/Deli Serdang Letnan Kol. Hariyanto Saputra beserta Staf ke Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Selasa (27/4) pukul 13.00. Rombongan disambut langsung oleh Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan.




Kampanye Damai Menjelang Pilkada Tebing Tinggi

Pilkada Tebing Tinggi, 12 Mei 2010

Menjelang pelaksanaan, pemilihan kepala daerah Tebing Tinggi yang akan berlangsung 12 Mei 2010 nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tebing Tinggi mengadakan Pemilu Damai sebagai bentuk peresmian dilaksanakannya Kampanye masing-masing Calon Walikota dan Wakil Walikota masa periode 2010-2015.
Acara yang digelar di Lapangan Merdeka Tebing Tinggi ini dihadiri oleh KPU, Panwaslu, Jajaran Muspida, Calon Walikota dan Wakil, serta disaksikan masyarakat Tebing Tinggi.






Penandatangan Persetujuan Pelaksanaan Pemilu Damai oleh masing-masing Calon Walikota dan Wakil, Panwaslu dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi.





Ucapan selamat menjalankan Kampanye Damai oleh Panwaslu, KPU dan Pemerintah Tebing Tinggi.






Sebagai peresmian, dilakukan pelepasan burung merpati oleh perwakilan Calon Walikota sebagai tanda perdamaian. Selain itu, juga dilepaskan puluhan balon bertuliskan Pemilu Damai 2010 oleh Staf Ahli Bidang SDM, H. M Yusuf mewakili Walikota Tebing Tingg Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan.

Selasa, 20 April 2010

Penampilan Tim Kesenian Tebing Tinggi di Pekan Raya Sumatera Utara

Penampilan Tim Kesenian Tebing Tinggi di PRSU







Penampilan tim kesenian Tebing Tinggi membawakan drama komedi yang berjudul "Inang". Penampilan mereka pun berhasil menarik perhatian penonton yang sebagian besar adalah masyarakat Tebing yang sengaja datang ke Medan.













Penampilan pentas seni pun semakin semarak dengan penampilan Walikota Tebing Tinggi Ir. H Abdul Hafiz Hasibuan beserta ibu tampil bersama dengan tim kesenian membawakan beberapa lagu.



MALAM PENTAS PEMKO TEBING TINGGI DI PRSU

Walikota Tebing Tinggi didampingi Ibu Aisyah Hafiz Hasibuan, Sabtu (17 April) menghadiri Malam Pentas Seni PRSU(Pekan Raya Sumatera Utara) ke 39 di Open Stage, Komplek Tapian Daya Medan. Seluruh Kepala SKPD dan Pejabat Eselon III, Camat beserta Lurah dilingkungan Pemko Tebing Tinggi juga turut hadir mendampingi Bapak Walikota menyaksikan Pentas Seni tersebut.
Tim Kesenian Pemko Tebing Tinggi di bawah binaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata mengisi malam kesenian itu dengan menyajikan tarian tradisional, kreasi baru dan media petra. Penampilan perdana dimulai dengan tari yang berjudul ‘Rempak Gendang’ yang merupakan seni tari khas Melayu. Adapun media petra yang ditampilkan adalah dari daerah batak berjudul ‘Inang’. Penampilan dari daerah batak ini menceritakan legenda terjadinya Danau Toba.
Sementara penutup malam pentas seni diisi dengan tarian tradisional Japin.



Pemko Tebing Tinggi mendapat Juara III untuk kategori Bidang Dekorasi.

Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Bapak H.Gatot Pujonugroho, ST (Wakil Gubernur Sumatera Utara) menutup secara resmi PRSU ke 39, Minggu (18 April) di Komplek Tapian Daya Medan.
Sebagian Kepala Daerah se-Sumatera Utara yang memiliki stan di PRSU turut hadir dalam acara penutupan PRSU tersebut. Pada Pekan Raya Sumatera Utara kali ini, Tebing Tinggi mendapat penghargaan sebagai Juara III untuk Bidang Dekorasi.
Wakil Gubernur dalam sambutan penutupannya menghendaki agar seluruh kabupaten/kota selalu memacu daerahnya untuk maju seperti halnya kabupaten/kota di daerah Jawa dan luar Jawa lainnya yang sudah maju. “PRSU menjadi barometer keberhasilan kita bersama dan menjadi ajang forum menampilkan kelebihan-kelebihan kita ke ranah publik,” tuturnya.
Pada malam penutupan itu juga Ketua Yayasan PRSU Drs. H.Panusunan Pasaribu, MM mengumumkan pemenang kegiatan PRSU. Untuk Bidang Penataan Juara I Pemko Medan, Juara II Pemkab Dairi, Juara III Pemkab Samosir. Untuk Bidang Dekorasi Juara I Pemkab Sergai, Juara II Pemkab Tapteng, Juara III Pemko Tebing Tinggi. Bidang Pemandu Juara I Pemkab Langkat, Juara II Pemkab Dairi, Juara III Pemkab Asahan. Bidang Kesungguhan Juara I Pemkab Batubara, Juara II Pemkab Paluta, Juara III Pemkab Humbahas. Bidang Pengunjung Terbanyak Juara I Pemkab Palas, Juara II Pemkab Labusel, Juara III Pemkab Labura. Dan terakhir untuk Bidang Kesenian Juara I Pemkab Simalungun, Juara II Pemkab Samosir, Juara III Pemko Medan.

Kamis, 15 April 2010

SINERGI NOMOR 86 TAHUN 2010 Edisi Maret 2010

Untuk Edisi bulan ini, Sinergi mengangkat isu tentang persiapan yang dilakukan pemerintah untuk mensukseskan Pilkada Tebing Tinggi yang akan berlangsung 12 Mei 2010 NANTI.



Sukseskan pelaksanaan Pilkada tahun ini akan menentukan masa depan Kota Tebing Tinggi untuk lima tahun kedepan.

DARI REDAKSI

PEMIMPIN




SUDAH dapat dipastikan satu pasangan calon dari lima pasangan calon yang telah ditetapkan KPU Tebing Tinggi untuk ikut berkompetisi merebut hati para pemilih masyarakat Tebing Tinggi dalam Pemilukada yang akan dilaksanakan pada 12 Mei 2010 yang merupakan pemilihan secara langsung untuk kedua kalinya dilakukan warga Tebing Tinggi memilih pemimpinnya.
Hasil pemilihan langsung yang pertama dilakukan warga Tebing Tinggi lima tahun silam (2005) berhasil mengantarkan pasangan Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan dan Drs.H.Syahril Hafzein di kursi orang nomor satu dan dua memimpin Kota Tebing Tinggi, buah hasil figur yang diberikan amanah warga Tebing Tinggi lima tahun silam,sudah dinikmati baik suka dan dukanya.
12 Mei 2010 kembali masyarakat Tebing Tinggi akan dihadapkan untuk memilih satu pasang pemimpin yang baru untuk priode lima tahun kedepan (2010-2015), menjatuhkan pilihan terhadap satu pasangan dari lima pasangan yang maju sebagai calon memang bukanlah suatu pekerjaan yang ringan, karena diyakini dari lima pasangan yang sudah ditetapkan KPU tersebut adalah merupakan putra-putra terbaik Tebing Tinggi.
Memberikan pilihan yang tepat kepada seorang pemimpin tentunya memerlukan cara berfikir yang sehat dibarengi dengan pertimbangan-pertimbangan dan kebijakan yang layak menjadi suatu alasan memilih seseorang untuk dijadikan pemimpin, karena apapun alasannya sangat erat kaitannya dengan kelanjutan masa depan dari pemilih itu sendiri.
Jangan katakan siapapun yang jadi pemimpin kelak sipemilih akan tetap begitu juga, pameo seperti ini mestinya harus dibuang jauh-jauh, karena untuk merubah sesuatu itu termasuk diri sendiri,tidak ada orang lain yang mampu merubahnya melainkan diri kita sendiri, dengan menjatuhkan pilihan yang tidak tepat akan membuahkan resiko tersendiri.
Warga pemilih Tebing Tinggi yang dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan melaksanakan pesta demokrasi memilih pemimpinya yang baru, dalam kurun waktu beberapa bulan sebelumnya sudah banyak tahapan-tahapan yang dilalui berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu Kada tersebut baik dilakukan KPU Tebing Tinggi secara formal maupun oleh masing-masing para kandidat, tentunya semua itu dapat pula dijadikan suatu referensi untuk memberikan pilihan yang tepat.
Secara formal KPU Tebing Tinggi sebagai penyelenggara, untuk memenuhi hak seorang WNI khususnya warga Tebing Tinggi dalam menyalurkan aspirasi politiknya dalam Pemilu Kada tersebut, sudah membuat Daftar Pemilih Sementara yang berhak ikut memilih,dan sudah disebar luaskan ditengah-tengah masyarakat oleh PPS,dengan harapan apabila masih ada warga yang belum terdaftar dapat melaporkan dirinya kepada petugas yang ditetapkan.
Non formalnya para kandidat sejak mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon)Juga sudah memberikan berbagai macam wejangan diberbagai kesempatan kepada masyarakat dan tentunya hal ini menambah semakin paham dan mengertinya warga tentang Pemilu kada, dan yang krusial semakin ringan pula beban pemilih dalam menentetukan pilihanya karena kian bertambah referensinya (perbandingan).
Pemimpin adalah merupakan orang mendapatkan kepercayaan dalam segala hal, terlebih lagi sebagai pemimpin di Pemerintahan seperti halnya jabatan Kepala Daerah Walikota,tentunya tidaklah semudah seperti yang diperkirakan banyak orang, figur orangnya sangat berpengaruh terhadap kondisi kedepannya, suatu daerah yang dipimpinnya dari yang terkecil sampai yang berskala besar.
Pilihan warga Tebing Tinggi 12 Mei 2010 nantinya sangat berpengaruh terhadap masa depan Kota Tebing Tinggi, dan apabila masyarakat pemilih Tebing Tinggi salah menjatuhkan pilihannya maka resikonya masyarakat Tebing Tinggi itu sendiri pula yang akan menikmatinya dan tak ada pula orang lain dapat dipersalahkan, untuk itulah Pemilukada nantinya layak dan pantas dicermati.
Berbeda pilihan adalah merupakan sesuatu yang lumrah dan wajar dalam suatu alam berdemokrasi, karena memang itu adalah hak azasi yang dimiliki setiap WNI, demikian pula yang akan terjadi dalam Pemilu Kada Tebing Tinggi, namun perbedaan pilihan tersebut bukan pula dapat dijadikan untuk sebuah pembenaran terpecah belah masyarakat Tebing Tinggi, namun dapat pula dijadikan sebuah pendidikan berpolitik bagi warga Tebing Tinggi, seperti ungkapan sebuah pepatah kuno ” biduk lalu kiambang bertaut ”, waktu yang sekian menit didalam bilik jangan sampai menjadikan Tebing Tinggi kembali mundur, dan hal ini sepantasnya pula disadari dengan sepenuh hati oleh para kandidat beserta timnya, karena Tebing Tinggi, adalah milikku,milik kami dan milik kita semua. Semoga.(red).

BERITA UTAMA

PILIHAN YANG TEPAT, MASA DEPAN TEBING TINGGI
oleh : Dhani E Elison






PILIHAN YANG TEPAT, MASA DEPAN TEBING TINGGI.
Oleh : dhani.e.elison.

PEMILUKADA TEBING TINGGI, 12 Mei 2010 untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Tebing Tinggi priode 2010-2015 tinggal hanya 1,5 bulan lagi, dan KPU Tebing Tinggi sudah menetapkan dan melakukan penarikan nomor urut bagi 5 pasang calon masing nomor urut 1. Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan.MM/ H.Irham Taufik.SH.MAP. 2. Drs.Adi Harianto/ dr.Sara Bintang Saragih. 3. H.Amril Harahap/ Drs.H.Irwandy.MPd. 4. H.Mohd.Syafri Chap/ Ir.H.Hafas Fadillah.Msi.MAP dan 5. Drs.H.Syahril Hafzein/ H.Wan Gunadi.SE.
5 kandidat yang sudah ditetapkan KPU Tebing Tinggi ini adalah merupakan putra-putra terbaik Tebing Tinggi, yang sudah memperlihatkan dedikasinya masing-masing dimana tempat mereka bertugas dan mengabdi selama ini, dan dipercaya keikut sertaan mereka ambil bagian dalam Pemilu Kada Tebing Tinggi bukan hanya ikut-ikutan saja,atau hanya sekedar untuk mengisi lembaran biografi pribadi belaka.
Diyakini keikut sertaan ke 5 kandidat calon Walikota Tebing Tinggi dalam pesta demokrasi masyarakat Tebing Tinggi, punya misi yang sama memajukan pembangunan kota Tebing Tinggi dan meningkatkan kesejahteraan warga Tebing Tinggi disegala aspek kehidupan apakah itu pembangunan infrastruktur,ekonomi,budaya,pendidikan,kesehatan,keagamaan maupun perpolitikan dan ini sudah pasti tidak bisa ditawar-tawar lagi, jika melenceng dari hal-hal ini diyakini pula sudah pasti tidak akan mendapatkan simpati dari warga Tebing Tinggi.
5 tahun lalu masyarakat Tebiing Tinggi pertama kali melakukan pemilihan secara langsung Walikota dan Walikota Tebing Tinggi dan hasilnya Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan yang saat itu berpasangan dengan Drs.H.Syahril Hafzein terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota priode 2005-2010, dan selama kepemimpinan Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan suka dan duka masyarakat Tebing Tinggi yang menikmatinya, dan itulah merupakan salah satu konsekwensinya hasil pilihan bersama masyarakat Tebing Tinggi ketika itu.
12 Mei 2010 nanti kembali masyarakat Tebing Tinggi yang sudah memiliki hak untuk ikut memilih akan menjalankan salah satu bagian dari hak yang dimiliki setiap WNI memberikan suara pada saat Pemilihan Umum yang dilaksanakan di Republik ini termasuk dalam Pemilu Kada Tebing Tinggi bagi warga yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) .
Pengalaman adalah guru yang terbaik, itu kata orang-orang pintar, dan pengalaman 5 tahun silam tentunya dapat dijadikan guru untuk menentukan sikap dalam memiih siapa yang akan dipilih, dan dalam hal ini tidak ada unsur paksaan oleh siapapun juga untuk menentukan pilihan kita masing-masing, karena pilihan tersebut adalah merupakan wewenang yang absolut dimiliki setiap WNI tampa kecuali.
Memberikan pilihan yang tepat tentunya haruslah dilandasi oleh pemikiran yang sehat dan waras, karena hal ini nantinya sangat berpengaruh terhadap keadaan 5 tahun kedepan, dan sudah barang tentu pula tidak hanya sekedar untuk kepentingan pribadi sendiri,melainkan juga terhadap orang banyak dan mungkin pula diantara orang banyak tersebut terdapat anak cucu kita sendiri.
Untuk itu sangat diperlukan suatu kecerdasan dalam menentukan sikap dalam menjatuhkan pilihan terhadap kandidat calon Walikota/Walikota 5 tahun mendatang,dengan segala macam sudut kemampuan dalam memberikan penilaian terhadap para kandidat yang maju sebagai calon, terlebih lagi para kandidat yang sudah ditetapkan sedikitnya sudah dikenal oleh masyarakat Tebing Tinggi.
Ceroboh dan tergesa-gesa menentukan sikap dalam menentukan pilihan yang nantinya ” kurang tepat ” akan berpengaruh pula terhadap keadaan lima tahun kedepan Kota Tebing Tinggi, dan paling ironisnya natinya tak lain dan tak bukan yang merasakan dan menikmati dampak dari pilihan tersebut adalah kita sendiri masyarakat Tebing Tinggi.
Kota Tebing Tinggi yang merupakan salah satu Kota di Provinsi Sumatera Utara keberadaannya sudah cukup dikenal dan punya segudang prestasi baik ditingkat Regional dan Nasional dan indikator keberhasilan tersebut ditandai dengan berulang kali Kota Tebing Tinggi memperoleh penghargaan diberbagai bidang, dan yang paling aktual Tebing Tinggi memperoleh piala Citra Bhakti Abdi Negara, yang merupakan salah satu prestasi bagi Pemko Tebing Tinggi dalam memberikan pelayanan publik.
Prestasi-prestasi yang pernah diraih selama ini sudah barang tentu sebagai Warga Tebing Tinggi kita berharap tidak akan sirna begitu saja karena kurang tepat menentukan pilihan pemimpin pada Pemilu Kada mendatang, untuk itulah kita semua berharap kiranya masyarakat pemilih di Kota Tebing Tinggi yang nantinya akan ikut serta menentukan masa depan Kota Tebing Tinggi, menyadari sepenuhnya bahwa yang dilakukan dalam bilik suara dengan waktu hanya beberapa menit tersebut, sangat menentukan masa depan Kota Tebing Tinggi, dan jangan sampai ” sesal dahulu pendapatan,sesal kemudian tidak berguna.
Dan yang perlu disadari oleh semua pihak baik yang dipilih dalam hal ini para kandidat calon Walikota/Wakil Walikota maupun masyarakat yang posisinya sebagai pemilih bahwa dalam pelaksanaan Pemilu Kada mendatang adalah merupakan tanggung jawab bersama,sukses atau tidaknya Pemilu Kada tersebut, khususnya untuk menjaga kondusifitas keamanan kota Tebing Tinggi yang selama ini sudah terjaga dengan baik.
Tidak dapat dipungkiri oleh siapapun dalam setiap pelaksanaan Pemilukada dimanapun kondisi komplik rawan terjadi dan yang selalu memicunya karena sarat dengan kepentingan-kepentingan,bahkan acap pula terjadi pengkotak-kotakan massa yang semestinya tidak harus terjadi, untuk itulah teramat sangat diperlukan kedewasaan semua pihak untuk tetap patuh dan taat pada undang-undang dan peraturan yang berlaku atas Pemilukada tersebut.

Aman terkendali dengan memperoleh hasil yang terbaik pula merupakan sebuah sukses yang paling diharapkan oleh semua pihak, dan itu hanya bisa diraih oleh masyarakat Tebing Tinggi itu sendiri yang mau melaksanakannya, ingin dibawa kemana Tebing Tinggi 5 tahun kedepan juga terserah maunya warga Tebing Tinggi, untuk itulah berikanlah pilihan terbaik dari yang baik-baik,niscaya Kota Tebing Tinggi akan lebih dari saat ini,bukankah itu namanya ”kemajuan”. Moga sukses.



MENATAP MASA DEPAN KOTA TEBING TINGGI
OLEH: H. IRHAM TAUFIK UMRI, SH, MAP

Kota Tebing Tinggi sebagai salah datu daerah otonom di wilayah Provinsi Sumatea Utara terletak diantara 30 19’ – 30 21 ‘ lintang utara dsn 980 11 ‘ 980’ 21 bujur timur mempunyai wilayah seluas 38.438 km2. Kota yang mempunyai penduduk 141.200 jiwa terdiri dari 5 kecamatan dan 35 kelurahan memiliki posisi strategis sebagai lintas sumatera, baik ke daerah pantai Timur menuju kabupaten Batu Bara, Labuhan Batu, Taapanul;I Selatan terus ke pulau Jawa, maupun menuju utara wiayah Siamalungun, Tapanuli dan menyusuri pulau Sumatera. Sebagai daerah lintasan ataupun kota transit sangatlah tepat dan relevan visi yang ditetapkan oleh Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan, mewujudkan Tebing Tinggi sebagai kota jasa yang bertumpu pada pendidikan, kesehatan serta mempunyai daya saing ekonomi terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Pesat dan cepat
Tidak dapat dipungkiri sejak satu dasa warsa Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan memegang kendali pemerintahan, menata pembangunan dan memfasilitasi pelayanan publik telah merubah “kota lemang” tesebut menjadi kota sarat dengan kemajuan pembanguan yang pesat dan cepat. Kemajuan pembangunan tersebut tentu tidak terlepas harmonisasi jalinan hubungan Pemerintah Kota dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta dukungan seluruh warga kota.
Secara faktual indikator keberhasilan pembangunan menuju kesejahteraan warga kota, tercermin dari implementasi visi dan misi yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu hampir sepuluh tahun. Dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama pengentasan kemiskinan Walikota Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan memebuat satu formula sederhana sebuah mata rantai yang satu sama lain mempunyai hubungan erat yang tidak terpisahkan (integral). Formula tersebut adalah rakyat sehat, kemudian dibekali dengan pendidikan ilmu pengetahuan teknologi (iptek) dan iman takwa (imtak) dan kesempatan berusaha agar eksis dalam hidup dan kehidupannya. Berrdasarkan visi, misi dengan formula sederhana itu, gambartan kemajuan dan keberhasilan daapat dilihat secara kongkrit, meliputi :
Pertama : Aspek pendidikan. Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuab yang ingin dicapai negeri ini, Hal itu sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional negara Republik Indonesia. Mencerdaskan kehidupan bangsa dilakukan melalui pendidikan baik formal maupu informal. Karenanya Pemko Tebing Tinggi memacu peningkatan bidang pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan. Komitmen mamajukan pendidikan tercermin jelas pada alokasi anggaram yang setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika UUD 1935 mengamanatkan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 % dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka Pemko Kota Tebing Tinggi telah mengalokasikan anggaran pendidikan sudah melampaui jauh amanat UUD 1945 yaitu sebesar 33,80 % dari total APBD 2009. Alokasi anggaran pendidikan yang cukup besar diarahkan untuk membangun fifik sarana dan prasarana sekolah maupun perpustakaan. Disamping sarana fisik tidak menafikan pula peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri.
Untuk melayani hak dasar rakyat simulai dari sejak usi dini Taman Kanak-kanak maupu Raudatul Adfal. (RA). Jika sebelumnya TK Negeri hanya Isatu unit, sekarang ini sudah bertambah menjadi empat unit. Demikian pula pendidikan aanak usia dini (PAUD) yang dikelola masyarakat dan difasilitasi pemerintah daerah kini mencapai 40 unit yang tersebar merata di seluruh kelurahan. Untuk pendidikan SMA Negeri dari tiga unit bertambah satu unit, sedangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari satu init sampai akhir tahun 2009 sudah menjadi empat unit. Guna meningkatkan minat baca pelajar maupun masyarakat disediakan satu unit perpustakaan umum yang pernah mendapat prestasi peringkat dua perpustakaan terbaik tingkat nasional. Begitu pula pembangunan rumah baca di beberapa kelurahan dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan terhadap warga. Dari aspek sarana dan prasarana fisik dapat dikatakan tidak terdapat lagi bangunan sekolah yang tidak latak untuk digunakan sebagai sarana belajar dan mengajar. Salam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa ini Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan telah mencanangkan tak ada lagi anak dan remaja usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah umum bahkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Kedua : Aspek kesehatan. Sesuai dengan adagium “men sana incorpore sano” yang bermakna didalam tubuh yang sehat terdapat fikiran sehat. Filosofi itu diaktualisasikan Pemko Tebing Tinggi memacu pelayanan dasar kesehatan melalui pembangunan sarana prasarana maupun peningkatan kualitas pelayanan yang meruparakan sasaran strategis good governance (kepemerintahan yang baik). Berdasarkan prinsi potonomi daerah mendekatkan pelayanan dasar kepada publik, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) terus menerus dilengkapi fasilitas peralatannya dan penyediaan obat yang tetap tersedia memenuhi kebutuhan pasen. Juga diberdayakan pos kesehatan lingkungan yang dikelola masyarakat dengan tujuan masyarakat sadar terhadap kesehatan dirinya termasuk lingkungannya. Artinya kesehatan harus menjadi bagian dari hidup dan kehidupan sehari-hari. Pembangunan rmag sakit umum Dr. H. Kumpulan Pane sebagai rumah sakit rujukan dari seluruh Puskesmas Tebing Tinggi dan wilayah hinterland baik Serdang Bedapagai, Batubara dan sekitarnya terus dilakukan dengan pengembangan gedung dan fasilitas alat-alat kesehatan, sehingga dapat melayani berbagai penyakit yang diderita masyarakat tanpa membawanya ke Medan ataupun Pematang Siantar. Upaya pengembangan dan penataan rumah sakit termasuk melengkapi alat kesehatan yang modern serta penambahan dokter spesialis berhasil mengukir prestasi sehingga menaikkan tipologi rumah sakit dari type C menjadi type B. Untuk melayani masyarakat miskin (pra sejahtera), pengobatan gratis tanpa bayar dilakukan dengan program Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat). Akan tetapi Jamkesesmas tidak dapat mengakomodir seluruh masyarakat miskin sehingga Pemko Tebing Tinggi telah menyediakan program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), sehingga tidak ada lagi mastarakat meikin yang tidak mendapat pelayanan kesehatan dari pemerintah.
Ketiga : Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Mengegah (UMKM). Sebagai kota jasa sektor ekonomi terus menerus digeliatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat terutama pelaku usaha yang bergerak di bidang usaha mikro kecil menengah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tebing Tinggi menunjukan kinerja ekononomi tahun 2007 mencapai angka Rp. 1,61 trilyun. Guna memberdayakan potensi UMKM Pemko Tebing Tinggi telah membentuk lembaga Klibi (Klinik Bisnis). Pembentukan Klibi bekerja sama dengan LGSP USAID telah difungsikan sebagai fasilitator menggerakan UMKM berkiprah sesuai dengan potensi dan kemampuan mengembangkan usaha yang dilakoninya. Fasilitasi yang diberikan menyangkut aspek manajemen, administrasi keuangan, marketing dan bantuan capital yang diperlukan. Khusus bantuan permodalan, pemko Tebing Tinggi mengucurkan pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan melalui PT Bang Sumut, sehingga UMKM dapat menngkatkan dan mengembangkan usahanya.

Strategi ke depan
Berbagai keberhasilan dan prestasi telah dicapai selama kepemimpinan Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan selama kurun waktu hampir 10 tahun telah meletakkan fondasi pembanguan bertumpu pada tiga pilar, pendidikan, kesehatan dan UMKM. Perspektif kota Tebing Tinggi kedepan dan seterusnya perlu mengakomodir teori pakar kondang ekonomi pembangunan Prof. Dr. Emil Salim “sustainable developmenmt” (pembangunan berkelanjutan) serta pembangunan berwawasan lingkungan. Artinya kelanjutan tiga pilar pembangunan merupakan suatu keniscayaan yang disinkronkan dengan dinamika perkembangan masyarakat. Kelanjutan tiga pilar patut diorientasikan pada peningkatan aspek quality (kualitas) terutama kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, UMKM, perizinan serta pelayanan publik lainnya. Hal mendesak yang harus dilakukan adalah antisisipasi bencana banjir yang acapkali melanda sebagian wilayah kota. Untuk menaggulangi bencana banjir tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Tebing Tinggi saja, karena harus melakukan sinergi (koordinasi, integrasi, singkronisasi dan simplikasi) dengan Pemda kawasan hulu sungai yang mengalir di kota Tebing Tinggi yaitu Kabupaten Sedang Bedagai dan Kabupaten Simalungun sebagai sumber banjir bandang. dengan fasilitator Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan didukung pemerintah pusat.
Tak kalah pentingnya grand strategi harus pula dipersiapkan menyongsong pembangunan jalan tol yang diprediksikan bakal terwujud tahun 2014 ataupun 2015. Jika mega proyek tersebut teraktualisasi, kota lemang akan menjadi kota satelit dengan implikasi pertumbuhan ekonomi menjadi cerah yang pada gilirannya pendapatan masyarakat juga meningkat Terbangunnya jalan tol Medan – Tebing Tinggi membawa konsekuensi infra struktur berupa sarana pergudangan, pertokoan, permukiman, industri, biro perjalanan, terminal penumpang dan barang serta sarana lainnya akan tumbuh berkembang yang akan memacu dan memicu peningkatan pendapatan masyarakat serta lapangan kerja terbuka luas. Selain itu perlu perencanaan pembangunan zona industri sebagai lokasi transit menuju Pelabuhan Belawan dan Medan. Dalam konteks pembangunan jalan tol tersebut, mengingat areal kota yang sudah semakin menyempit, perluasan wilayah merupakan suatu keniscayaan. Untuk itu sudah saatnya upaya perluasan kota kembali dilakukan dengan melakukan aproach kepada Pemkab Serdang Bedagai maupun pihak perkebunan negara dan swasta, sehingga dapat mengakomodasi perkembangan dan penataan kota menuju kota satelit.-
Penulis adalah : Mantan Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi.

Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan

Pembuat Kwa Cah (Peti Mati Cina)
Antara Tradisi, Bisnis dan Sosial.
Catatan: Ali Yustono




Kebijakan pemerintah untuk melestarikan lingkungan dan hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia dengan menertibkan sejumlah pengusaha perambah hutan liar serta pemberantasan peredaran kayu tanpa izin (illegal loging) dibeberapa kawasan hutan Sumatera, dampaknya sangat dirasakan tidak saja bagi kalangan “industri papan atas” yang menjadikan kayu sebagai produk utama olahan-nya, sejumlah industri kecil dan menengah pun merasakan dampaknya.
Kalau dulu, untuk memperoleh kayu balok (loging) yang berkwalitas super, mungkin kita tinggal pilih dan pesan, tergantung selera, tapi saat ini, jangankan untuk memilih, bisa memperoleh kayu jenis sembarang saja sudah patut disyukuri. Salah satu industri kecil yang hasil produksi-nya memerlukan kayu sebagai bahan baku produknya adalah usaha pembuatan Peti Mati milik Siaw Liang warga Jl Prof DR Hamka Kelurahan Bulian Kecamatan Rambutan Tebingtinggi.
Mungkin saat ini, produk peti mati tradisionil cina model keranda (kwa cah) yang dibuat dengan menggunakan kayu balok (kayu gelundungan) diukir serta memiliki bentuk khas seperti kuntum bunga yang sedang mekar hanyalah tinggal kenangan saja. Sebab untuk memproduksi peti mati model keranda tersebut, selain diperlukan kayu balok yang cukup besar dan langka, saat ini juga tentu sangat mahal harganya.
Bagi Siaw Liang yang telah menekuni usaha ini sejak tahun 1983, selain mempertahankan tradisi yang merupakan bisnis keluarga turun temurun sejak dari almarhum ayah-nya (A Sin) yang wafat tahun 1975 dan dilanjutkan dengan almarhum abang-nya yang wafat pada tahun 1983, kegiatan usaha ini juga dimanfaatkannya dalam rangka bakti sosial kemasyarakatan. “Mungkin sudah menjadi keharusan bagi kami untuk melanjutkan bisnis keluarga yang memang sudah menjadi tradisi turun temurun dari orang tua, saya tidak tahu persis kapan ayah saya memulai usaha ini, namun yang pasti,sudah berlangsung cukup lama, mungkin dimulai sekitar tahun lima puluhan lalu” kenang Siaw Liang saat ditemui dikediamannya beberapa waktu lalu.
Meski usaha-nya telah berjalan puluhan tahun dan telah memproduksi ratusan buah peti mati dengan berbagai model dan ukuran, kendala utama yang dialami suami dari A Lina ini tak lain adalah dalam hal pengadaan bahan baku kayu. “Kami selalu terbentur dengan pengadaan bahan bakunya, selain harganya cukup mahal juga sangat sulit didapat. Kalau dari kilang, kayu besar (balok) tidak ada, jadi kami membeli (pesan) bahan kayu dikilang yang sudah berupa papan lebar dan panjang, bahan baku kayu yang digunakan untuk membuat peti mati saat ini adalah kayu sembarang keras seperti kayu durian dan meranti” ungkapnya.
Ada beberapa jenis dan model peti mati yang dibuat-nya saat ini, mulai dari harga yang murah hingga berharga mahal, “Semua tergantung model, yang paling mahal adalah peti mati model Singapura seharga sekitar Rp 7 hingga Rp 8 juta,- sedangkan peti mati yang model biasa berharga sekitar Rp 700 ribu,- hingga Rp 800 ribu,-“ terang Siaw Liang.
Namun begitu, ayah lima anak ini mengaku tidak mematok harga peti mati-nya, “Harga tersebut sebenarnya relatif, tergantung pemesanan dan kemampuan dari si-pembeli, mengingat usaha ini lebih bernuansa sosial ketimbang bisnis, apa bila ada warga yang benar-benar tidak mampu untuk membeli peti mati buat keluarga-nya yang meninggal, maka kita akan menyumbangkannya secara sosial dan sukarela” ungkap Siaw Liang.
Untuk membuat sebuah peti mati model biasa, Siaw Liang yang mempekerjakan dua orang karyawan ini mengaku bisa diselesaikan dalam tiga hari, sedangkan untuk membuat peti mati model Singapura dibutuhkan waktu antara 5 hari hingga satu minggu, sebab pengerjaannya harus benar-benar bermutu dan berkwalitas, selain halus dan kilat, peti mati model Singapura hasil rumah produksi-nya ini juga cukup kuat. Dalam satu bulan Siaw Liang mengaku bisa membuat 7 hingga 8 peti mati, dan setelah selesai pengerjaannya, sebagian peti mati yang sudah selesai tersebut dipajang (disimpan) di
Yayasan Sosial Hang Kang di Jalan Teri Kelurahan Badak Bejuang Kecamatan Rambutan Tebingtinggi dan sebagian lagi dijual kepada pemesan yang langsung datang kelokasi pembuatannya.
Meski mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pihak pemerintah kota mengingat usaha-nya ini lebih condong pada kegiatan yayasan sosial saja, Siaw Liang merasa berbesar hati, sebab selain produk-nya dibutuhkan tidak saja untuk kalangan etnis Tionghoa (beragama Budha), pemesan juga ada yang berasal dari warga Kristiani.**.
Penulis adalah wartawan Harian Medan Bisnis.




KESEHATAN

HIV, SEKS DAN KONDOM
Oleh : J. Parlin Sitanggang

Juminten (bukan nama sebenarnya), perempuan 29 tahun dengan 6 orang anak, benar benar syok ketika dokter menyatakan suaminya menderita HIV – AIDS. Juminten tidak pernah menyangka kalau suaminya ( yang menurutnya adalah suami baik-baik ) akan terkena penyakit yang menakutkan itu .
Awalnya suaminya menderita demam lebih dari 1 bulan, mencret–mencret serta dijumpai bercak putih di lidah dan sekitar mulut. Setelah mendapat perawatan disebuah klinik dan tidak menunjukkan perbaikan, akhirnya dibawa kerumah sakit yang lebih baik. Dari hasil konseling yang dilakukan oleh tim Voluntary counseling and testing (VCT) diketahui pasien mempunyai riwayat kontak dengan PSK berulang ulang (tanpa sepengetahuan istrinya dan tanpa pengaman). Dokter lalu menganjurkan pemeriksaan test HIV dan hasilnya positif. Satu hal yang sangat ditakutkan oleh juminten, apakah dia juga sudah terinfeksi virus HIV tersebut.

HIV – AIDS
HIV singkatan dari “Human Immuno deficiency virus”. merupakan retrovirus yang menyerang sel sistim kekebalan tubuh manusia (terutama CD4,dan macrophages, komponen utama sistim kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadi penurunan sistim kekebalan tubuh secara terus menerus. Akibatnya tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi yang tidak lajim dijumpai pada orang yang sistim kekebalan tubuhnya baik.
AIDS adalah singkatan dari ” Acquired Immuno deficiency syndrom”. AIDS menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait menurunnya sistim kekebalan tubuh akibat infeksi HIV.

Penyebab
Penyebab dari HIV– AIDS adalah virus HIV yang masuk ketubuh melalui Hubungan seksual berisiko Kontaminasi patogen melalui darah Penularan masa perinatal
Laporan Departemen Kesehatan terhitung 1 januari 1987 sampai 30 september 2009 jumlah kumulatif penderita AIDS sebanyak 18.442 kasus dan kumulatif penderita infeksi HIV 28.260 kasus. Total orang dengan HIV–AIDS (ODHA) 46.702 kasus, sementara kasus meninggal 3708 kasus. Jumlah ini bukankah gambaran kasus yang sebenarnya karena kasus HIV-AIDS merupakan fenomena gunung es. Angka ini hanya menggambarkan situasi di permukaan, sementara kasus yang tidak terdata jauh lebih besar. Estimasi Departemen Kesehatan ada sekitar 300.000 ODHA

Moral VS Medis

Mayoritas infeksi HIV berasal dari hubungan seksual tanpa pelindung antara individu yang salah satunya terkena HIV. Berbagai organisasi kesehatan menganjurkan pendekatan ”ABC” untuk menurunkan resiko terkena HIV melalui hubungan seksual.
Tiga pilar utama pencegahan penularan lewat hubungan seks adalah :
A = Abstinence (tidak melakukan hubungan Seks bagi
mereka yang belum menikah).
B = Befaithful (bagi Pasangan suami Isteri tidak melakukan
seks extra marital).
C = Condom (Bagi pria maupun wanita yang melakukan
hubungan seks tidak aman) .
Penggunaan kondom yang lazim mengurangi penularan HIV sampai dengan 80% dalam jangka panjang. Persoalan yang dihadapi saat ini adalah anjuran penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV pada hubungan seksual yang berisiko masih mengundang pro dan kontra di masyarakat. Sebagian kelompok masyarakat mengecam anjuran penggunaan kondom. Anjuran ini dianggap melegalkan prostitusi di indonesia. Terlepas dari pro dan kontra penggunaan kondom, Depkes melaporkan tingginya angka penularan HIV melalui hubungan seksual berisiko, sebesar 53% ( lihat tabel ).
Tingginya angka ini, membuat kian rentannya kalangan populasi kunci. Populasi kunci adakah perempuan pekerja seksual, waria, pelanggan pekerja seksual, homoseksual serta pengguna napza suntik. Diperkirakan ada sekitar 8,2 juta pria pelanggan seks, 233.000 perempuan pekerja seks. Yang dikhawatirkan tidak hanya kelompok ini yang rentan terhadap penularan HIV, tetapi juga pasangan mereka, begitu juga ibu rumah tangga baik-baik yang tertular dari suaminya. Kalau ibu tersebut hamil, kemungkinan bayi yang dilahirkan juga akan tertular virus HIV.
Melihat data-data diatas, barangkali penolakan terhadap penggunaan kondom pada hubungan seksual beresiko perlu dipikir ulang. Penggunaan kondom bukan berarti melegalkan pelacuran. Kita semua sependapat bahwa moral yang baik adalah kunci utama dalam penanggulangan HIV – AIDS. Tapi kita juga tidak bisa menutup mata dengan data-data seperti disebut diatas.
Secara garis besar, penanganan HIV–AIDS meliputi dua aspek. Aspek biomedis dan aspek perilaku. Aspek biomedis adalah tanggung jawab orang kesehatan, sedang aspek perilaku tanggung jawab kita bersama,apakah itu tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, mahasiswa atau pelajar. Apabila kedua aspek ini bekerja bersinergi tentu saja kasus HIV – AIDS bisa ditekan, sehingga korban hususnya, ibu rumah tangga baik baik serta bayi bayi yang tidak berdosa dapat diperkecil. Sudah saatnya silang pendapat mengenai penggunaan kondom untuk kasus berisiko untuk diakhiri.

Penulis adalah Dr.Spesialis ParuRSUD K.Pane & Pemerhati HIV-AIDS

KESEHATAN

DEMAM TIFOID (TIFUS)
Oleh : Devi Chairani Hasibuan S.Kep
(Mahasiswi Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan USU)


Pengertian
Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut disebabkan oleh kuman gram negatif Salmonella typhi. Selama terjadi infeksi, kuman tersebut bermultiplikasi dalam sel fagositik mononuklear dan secara berkelanjutan dilepaskan ke aliran darah. (Darmowandowo, 2006)

Penyebab
Demam tifoid disebabkan oleh jenis salmonella tertentu yaitu s. Typhi, s. Paratyphi A, dan S. Paratyphi B dan kadang-kadang jenis salmonella yang lain. Demam yang disebabkan oleh s. Typhi cendrung untuk menjadi lebih berat daripada bentuk infeksi salmonella yng lain. (Ashkenazi et al, 2002)
Salmonella merupakan bakteri batang gram negatif yang bersifat motil, tidak membentuk spora, dan tidak berkapsul. Kebanyakkan strain meragikan glukosa, manosa dan manitol untuk menghasilkan asam dan gas, tetapi tidak meragikan laktosa dan sukrosa. Organisme salmonella tumbuh secara aerob dan mampu tumbuh secara anaerob fakultatif. Kebanyakan spesies resistent terhadap agen fisik namun dapat dibunuh dengan pemanasan sampai 54,4º C (130º F) selama 1 jam atau 60 º C (140 º F) selama 15 menit. Salmonella tetap dapat hidup pada suhu ruang dan suhu yang rendah selama beberapa hari dan dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu dalam sampah, bahan makannan kering, agfen farmakeutika an bahan tinja. (Ashkenazi et al, 2002)
Salmonella memiliki antigen somatik O dan antigen flagella HH. Antigen O adlah komponen lipopolisakarida dinding sel yang stabil terhadap panas sedangkan antigen H adalah protein labil panas. (Ashkenazi et al, 2002)

Gejala
Keluhan dan gejala Demam Tifoid tidak khas, dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai tampilan sakit berat dan fatal yang mengenai banyak sistem organ. Secara klinis gambaran penyakit Demam Tifoid berupa demam berkepanjangan, gangguan fungsi usus, dan keluhan susunan saraf pusat.
1. Panas lebih dari 7 hari, biasanya mulai dengan sumer yang makin hari makin meninggi, sehingga pada minggu ke 2 panas tinggi terus menerus terutama pada malam hari.
2. Gejala gstrointestinal dapat berupa obstipasi, diare, mual, muntah, dan kembung, hepatomegali, splenomegali dan lidah kotor tepi hiperemi.
3. Gejalah saraf sentral berupa delirium, apatis, somnolen, sopor, bahkan sampai koma. (Darmowandowo, 2006)

Pengobatan dan Perawatan
Pengobatan penderita Demam Tifoid di Rumah Sakit terdiri dari pengobatan suportif meliputi istirahat dan diet, medikamentosa, terapi penyulit (tergantung penyulit yang terjadi). Istirahat bertujuan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Pasien harus tirah baring absolut sampai minimal 7 hari bebas demam atau kurag lebih selama 14 hari. Mobilisasi dilakukan bertahap, sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien. (Mansjoer, 2001)
Diet dan terapi penunjuang dilakukan dengan pertama, pasien diberikan bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian makanan tingkat dini yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman. Juga perlu diberikan vitamin dan mineral untuk mendukung keadaan umum pasien. (Mansjoer, 2001)
Pada kasus perforasi intestinal dan renjatan septik diperlukan perawatan intensif dengan nutrisi parenteral total. Spektrum antibiotik maupun kombinasi beberapa obat yang bekerja secara sinergis dapat dipertimbangkan. Kortikosteroid perlu diberikan pada renjatan septik. (Mansjoer, 2001)

Pencegahan
Pencegahan demam tifoid diupayakan melalui berbagai cara: umum dan khusus/imunisasi. Termasuk cara umum antara lain adalah peningkatan higiene dan sanitasi karena perbaikan higiene dan sanitasi saja dapat menurunkan insidensi demam tifoid. (Penyediaan air bersih, pembuangan dan pengelolaan sampah). Menjaga kebersihan pribadi dan menjaga apa yang masuk mulut (diminum atau dimakan) tidak tercemar Salmonella typhi. Pemutusan rantai transmisi juga penting yaitu pengawasan terhadap penjual (keliling) minuman/makanan. (Darmowandowo, 2006)
Ada dua vaksin untuk mencegah demam tifoid. Yang pertama adalah vaksin yang diinaktivasi (kuman yang mati) yang diberikan secara injeksi. Yang kedua adalah vaksin yang dilemahkan (attenuated) yang diberikan secara oral. Pemberian vaksin tifoid secara rutin tidak direkomendasikan, vaksin tifoid hanta direkomendasikan untuk pelancong yang berkunjung ke tempat-tempat yang demam tifoid sering terjadi, orang yang kontak dengan penderita karier tifoid dan pekerja laboratorium. (Department of Health and human service, 2004)
Vaksin tifoid yang diinaktivasi (per injeksi) tidak boleh diberikan kepada anak-anak kurang dari dua tahun. Satu dosis sudah menyediakan proteksi, oleh karena itu haruslah diberikan sekurang-kurangnya 2 minggu sebelum bepergian supaya memberikan waktu kepada vaksin untuk bekerja. Dosis ulangan diperlukan setiap dua tahun untuk orang-orang yang memiliki resiko terjangkit. (Department of Health and human service, 2004)
Vaksin tifoid yang dilemahkan (per oral) tidak boleh diberikan kepada anak-anak kurang dari 6 tahun. Empat dosis yang diberikan dua hari secara terpisah diperlukan untuk proteksi. Dosis terakhir harus diberikan sekurang-kurangnya satu minggu sebelum bepergian supaya memberikan waktu kepada vaksin untuk bekerja. Dosis ulangan diperlukan setiap 5 tahun untuk orang-orang yang masih memiliki resiko terjangkit. (Department of Health and human service, 2004)
Ada beberapa orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin tifoid atau harus menunggu. Yang tidak boleh mendapatkan vaksin tifoid diinaktivasi (per injeksi) adalah orang yang memiliki reaksi yang berbahaya saat diberi dosis vaksin sebelumnya, maka ia tidak boleh mendapatkan vaksin dengan dosis lainnya. Orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin tifoid yang dilemahkan (per oral) adalah : orang yang mengalami reaksi berbahaya saat diberi vaksin sebelumnya maka tidak boleh mendapatkan dosis lainnya, orang yang memiliki sistem imunitas yang lemah maka tidak boleh mendapatkan vaksin ini, mereka hanya boleh mendapatkan vaksin tifoid yang diinaktifasi, diantara mereka adalah penderita HIV/AIDS atau penyakit lain yang menyerang sistem imunitas, orang yang sedang mengalami pengobatan dengan obat-obatan yang mempengaruhi sistem imunitas tubuh semisal steroid selama 2 minggu atau lebih, penderita kanker dan orang yang mendapatkan perawatan kanker dengan sinar X atau obat-obatan. Vaksin tifoid oral tidak boleh diberikan dalam waktu 24 jam bersamaan dengan pemberian antibiotik. (Department of Health and human service, 2004)
Suatu vaksin, sebagaimana obat-obatan lainnya, bisa menyebabkan problem serius seperti reaksi alergi yang parah. Resiko suatu vaksin yang menyebabkan bahaya serius atau kematian sangatlah jarang terjadi. Problem serius dari kedua jenis vaksin tifoid sangatlah jarang. Pada vaksin tifoid yang diinaktivasi, reaksi ringan yang dapat terjadi adalah : demam (sekitar 1 orang per 100), sakit kepada (sekitar 3 orang per 100) kemerahan atau pembengkakan pada lokasi injeksi (sekitar 7 orang per 100). Pada vaksin tifoid yang dilemahkan, reaksi ringan yang dapat terjadi adalah demam atau sakit kepada (5 orang per 100), perut tidak enak, mual, muntah-muntah atau ruam-ruam (jarang terjadi). (Department of Health and human service, 2004) (red: berbagai sumber)