Kamis, 15 April 2010

Wanita dan Keluarga

SEMBELIT PADA ANAK
Oleh : Desi Tristiyanti


Sembelit memang bisa terjadi pada siapa saja.Pada Bayi misalnya, bayi buang air besarnya keras dan banyak, dan keluar sekali dalam beberapa hari bisa saja karena sembelit. Untuk memastikan bayi sembelit atau tidak, bukan dari lamanya bayi tidak buang air besar,. Frekuensi buang air besar antara bayi satu dengan lainnya tidaklah sama. Perhatikan konsistensi buang air besar bayi Anda!
Jika bayi sembelit, maka buang air besarnya akan beda dengan kebiasaannya, merasakan sakit ketika buang air besar, tinjanya keras serta massa tinja teraba pada perut. Jika tidak segera diatasi, maka sembelit bisa menjadi akut bahkan kronis.
Dikatakan akut jika gangguan berlangsung selama 1-4 minggu. Sedangkan dikatakan kronis jika berlangsung lebih dari sebulan. Semakin kronis semakin lama pengobatannya. Dampak jangka panjang, kuman-kuman di usus besar menjadi menumpuk berlebihan. Selanjutnya akan terjadi infeksi di usus. Jika dibiarkan, bayi pun bisa mengalami sepsis dan terancam nyawanya.
Jika bayi Anda tampak kesakitan, kemerahan, dan mengedan saat BAB bukan selalu berarti bayi sembelit. Meskipun frekuensi buang air besar berkurang, namun bila konsistensi tinjanya normal dan pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan, maka keadaan tidak dikategorikan bayi sembelit. Bayi belum mampu mengontrol proses buang air besarnya secara optimal. Pencernaan bayi dan pembentukan enzim pencernaan pun belum sempurna.
Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif tidak mudah mengalami sembelit. Hal ini disebabkan kadar laktulosa dalam ASI yang tinggi dapat mencegah terjadinya konstipasi. Pada bayi yang menerima ASI cenderung memiliki feses lembek karena kandungan lemak dan protein yang sesuai fisiologinya.
Lain halnya dengan bayi yang menggunakan susu formula, yang diolah terlalu kental. Biasanya susu formula memiliki kandungan lemak tinggi dan protein rendah. Pada umumnya, susu hewani memicu gangguan pencernaan dibandingkan yang berasal dari nabati. Susu nabati mempunyai susunan asam lemak tak jenuh lebih panjang, sehingga mudah dicerna.
Pada bayi yang sering mengalami sembelit dan telah mendapat susu formula, dokter kerap menyarankan agar bayi diberikan susu yang mengandung bahan yang dapat memperbaiki fungsi motilitas, seperti laktulosa.
Penyebab lain bayi sembelit adalah kekurangan cairan. Anda bisa mengatasinya dengan memberikan air putih sebelum bayi minum susu untuk membantu melarutkan dalam proses pencernaan.
Faktor lain bayi sembelit juga dapat disebabkan karena makanan. Ketika bayi sudah mendapatkan makanan pendamping, sebaiknya berikan asupan buah-buahan yang diolah menjadi cair dan halus. Hindari pemberian buah pisang dan apel yang memiliki kadar serat tinggi. Apel memiliki daya serap air tinggi dalam saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan kotoran mengeras.
Masih ada kemungkinan lain terkait dengan bayi sembelit adalah kelainan hipotiroid, dengan gejala fisik yang dapat dilihat adalah pusar bodong, kulit kasar dan kering, otot-otot tubuh lemah, loyo serta wajah yang khas seperti hidung pesek, dan wajah membengkak.
Perlu Anda perhatikan juga, jika mekonium (kotoran berwarna kehitaman) tidak keluar setelah 48 jam kelahiran atau bayi mengalami sembelit pada satu minggu pertama kelahiran, maka harus dipikirkan kemungkinan adanya kelainan anatomi. Yang paling sering ditemukan adalah Morbus Hirschprung, yaitu tidak ditemukannya persarafan pada sebagian segmen usus.
Dengan tidak adanya sistem saraf tersebut, maka gerakan usus akan terganggu sehingga tinja akan tertahan di situ. Pengaruhnya, bila keadaan ini berlangsung lama, maka kuman-kuman di usus besar akan menumpuk dan berlebihan. Selanjutnya akan terjadi infeksi enterokolitis (infeksi usus). Bila didiamkan bisa menjadi sepsis (infeksi berat) yang dapat menyebabkan kematian pada bayi.
Segeralah mengkonsultasikan pada dokter Anda untuk mencari penyebab terjadinya sembelit pada bayi Anda. Perlu diketahui, jangan asal memberikan obat pencahar. Sebab, pencahar sebenarnya bukanlah obat sembelit, hanya untuk mengatasi sesaat saja. Penyebab bayi sembelit lah yang harus segera dilacak, agar tuntas menanggulanginya.
Begitu pula pada anak-anak yang umurnya lebih dari 5th, yang notabene sudah besar biasanya Infeksi virus (paling sering infeksi saluran nafas.Batuk,pilek dll) sering menyebabkan sembelit pada anak. Dalam hal ini Anda tidak perlu khawatir, sebab bila infeksinya dapat diatasi biasanya sembelitnya akan menghilang. Jagalah agar anak banyak minum supaya tidak kekurangan cairan dalam tubuhnya.
Sembelit juga sering disebabkan oleh obat-obatan yang diberikan pada anak. Misalnya obat anti kejang, obat batuk anti pilek, obat maag, obat tambahan darah, (zat besi) dan lain-lain. Obat-obatan tersebut memang menimbulkan efek samping berupa sembelit. Bila obat dihentikan biasanya sembelitnya akan menghilang. Perlu pula diperhatikan mengenai obat pencahar. Penggunaan obat pencahar secara lama justru akan menimbulkan sembelit. Oleh karena itu pemakaian obat pencahar harus dengan indikasi yang tepat tidak boleh sembarangan.
Serpihan cat (mengandung logam timbal) yang tertelan anak juga dapat menimbulkan gejala sembelit dan sakit perut.
Perubahan diet anak sering pula menimbulkan sembelit yang bersifat sementara. Bila diet anak mengandung banyak karbohidrat (permen) atau susu, dan kurang mengandung buah-buahan, sayuran, dan serealia, biasanya anak jadi mudah terkena sembelit
Nyeri pada anus dapat menyebabkan sembelit. Nyeri disebabkan adanya luka pada anus (fisuraani). Luka timbul karena anak pernah melepaskan tinja yang keras. Karena luka menimbulkan sakit bila anak berhajat, maka anak enggan buang air besar. Makin lama tinja berada diusus, makanya tinjanya akan makin keras. Makin keras tinja akan makin menimbulkan nyeri, sehingga anak akan makin menahan buang air besarnya. Keadaan ini harus cepat diatasi, karena bila tidak akan menimbulkan sembelit kronis(berkepanjangan) dan pada akhirnya akan menimbulkan sembelit kronis

Sketsa Pilihan

PILIHAN HIDUP
Oleh : Ibrahim, SH


Pilihan gaya hidup dan takdir menentukan masa depan. Usaha, upaya, doa dilakukan untuk meraih cita-cita dan sukses. Gaya hidup santai membuang waktu, di era super moderen sekarang bukan zamannya lagi. Persaingan keras dan ketat, membiarkan diri nganggur akan mengubur masa depan. Makan gaji mengandalkan kemampuan, prestasi, menjadi jaminan masa depan, walau punya batasan takaran. Wiraswasta bidang apa saja suatu sikap pemberani mandiri berupaya meraih sukses.
Setiap pribadi tentu punya cita-cita dan harapan masa depan. Bakat cita-cita peran orang tua cukup dominan menatap masa depan. Bakat cita-cita dibarengi peran orang tua cukup dominan menatap masa depan. Kepedulian membina generasi muda penerus keturunan memerlukan waktu dan perhatian khusus. Terlambat berarti salah kaprah. Menatap masa depan di era ini penuh liku-liku. Problemnya kompleks, multi dimensi. Nasib mungkin ditentukan oleh takdir, retak tangan kata para normal. Namun dibalik itu nasib keberuntungan menjelma oleh niat , usaha, upaya, karya dan kemampuan yang dimiliki pribadi yang saling berbeda kondisi dan situasinya.

NGANGGUR

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dll, menarik selalu menjadi inceran kaum muda. Sepintas satu sisi kehidupan kota metro yang gemerlap penuh dengan kesenangan duniawi. Seakan hidup mewah, fasilitas, kesenangan material dimiliki orang kota. Wah wah kaum muda pendatang terpesona dengan dunia kota. Berduyun-duyun orang muda dari desa hijrah ke kota mengadu nasib penghidupan. Eksodus ke kota tak terbendung. Kaum muda tanpa pikir panjang mudik ke kota cari kerja. Daya tarik kota yang cantik, indah cukup menarik. Mereka lupa kehidupan kota yang keras dan kejam. Basa-basi, ramah tamah sulit ditemui. Hidup kota yang padat, hingar bingar seperti dikejar waktu. Cepat tepat, waktu itu uang. Keramahan ” jauh panggang dari api ”. Pendatang tidak mustahil mengalami nasib apess, NGANGGUR bertahan hidup dikawasan kumuh, kotor di emper-emper, kolong jembatan. Pinggir rel atau tumpukan sampah. Padahal membangun desanya lebih baik dikala diri masih perkasa. Bertumpuklah komunitas orang-orang NGANGGUR di kota menjadi sampah masyarakat. Nganggur, malas di era sekarang perlu dienyahkan jauh-jauh.

MAKAN GAJI

Makan gaji suatu pilihan gaya hidup. Jaminan hidup berkelanjutan sebagai daya tarik makan gaji. Walau gaji atau imbalan memiliki takaran terbatas, namun masih menjadi trend banyak peminatnya. Menjadi aparatur negara seperti PNS atau petugas keamanan (TNI-Polri) satpam menerima gaji atau upah berdasarkan ketentuan jabatan, pangkat, tingkat golongan. Pilihan hidup makan gaji lebih menjamin masa depan. Namun hidup makan gaji memang agak sulit diperoleh. Banyak tenaga kerja siap pakai yang ngaggur menimbulkan persaingan ketat dan tidak sehat. Untuk mencari kerja menjadi aparat sipil (PNS) atau aparat keamanan (TNI-Polri) tidaklah semudah membalik telapak tangan. Penuh persaingan ketat karena membludaknya peminat. Pilihan hidup makan gaji masih menjadi idola kaum muda pencari kerja. Makan gaji masih mendominasi kaum muda untuk mencari pekerjaan. Padahal kesempatan makan gaji serta tenaga kerja yang diperlukan sangat sedikit dan terbatas. Bekerja diperusahaan swasta, home industri, perkebunan, pertanian dan berbagai kegiatan wiraswasta lainnya menjadi rebutan para pencari kerja. Jadi staf ahli, karyawan, buruh dengan menerima upah sebagai makan gaji. Aktifitas swasta juga memiliki keterbatasan memakai tenaga kerja. Penghasilan yang diterima pekerja pas-pasan, ditakar. Namun tetap saja makan gaji jadi buruan pengangguran. Sasaran untuk makan gaji juga merambah hingga ke manca negara, untuk mengumpulkan Dollar, Ringgit, Real. Peminat cari kerja yang terus berjubel dengan beragam latar pendidikan dan keterampilan saling berpacu dalam persaingan ketat.

WIRASWASTA

Sementara komunitas masyarakat lebih memilih wiraswasta, berusaha secara mandiri. Lapangan wiraswasta sebagai kegiatan informal cakupnya sangat luas. Asal ada niat ada kemauan dan kemampuan. Berwiraswasta jadi petani perikanan, kebun, atau peternakan. Usaha dagang (bisnis) makan/minuman, salon, butik, angkutan (transportasi), bengkel, biro jasa dan sebagainya. Di areal wiraswasta terbuka lebar lapangan kerja, bagi diri atau orang lain. Kenapa harus NGANGGUR ???. Di setiap sisi nusantara ini penuh dengan sumber daya alam. Padang alang-alang, hutan, sungai, laut, flora dan fauna yang mengandung protein nabati dan hewani. Orang lain terkagum-kagum dengan alam kita yang penuh pesona. ” Zamrud Katulistiwa ” kata seniman. Wiraswasta jalan pintas menatap masa depan. Kesempatan masih luas. Mengapa harus bermalas-malasan, membuang waktu dan peluang. Dont Wait Untill Tomorrow, What You Can Do To Day .

Seputar Pemko 2


Kepala Dinas Kominfo Prov. Sumut Drs. Eddy Sofyan, MAP pukul gong tanda dibukanya KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di Gedung Kesenian Medan. Dalam lomba tersebut, KIM Tebing Tinggi berhasil meraih juara II se-sumut.


TEBING TINGGI RAIH JUARA II LOMBA OBROLAN KIM TINGKAT SUMUT

Dari seluruh Kabupaten/Kota se-Sumut mengikuti Lomba Obrolan Pembangunan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar pada 8 Maret 2010 di Medan, KIM ”Sejahtera” Kota Tebing Tinggi meraih juara II. Sedangkan juara I dan III di raih Kabupaten Labuhan Batu dan Kota Medan.
Demikian dikatakan Kabag Amd. Humas PP Setdako Tebing Tinggi Drs. Khairil Anwar, M.Si seusai menerima audiensi KIM ”Sejahtera” Tebing Tinggi yang dipimpin Oleh Zikri Sikumbang.
Sedangkan obrolan pembangunan yang disampaikan KIM ”Sejahtera” Tebing Tinggi dalam lomba itu adalah sinopsis ” Jangan Sakiti Hatinya” yang menceritakan seputar tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan seorang suami terhadap istri dimulai dari pertengkaran hingga terjadi pemukulan.
Namun dalam KDRT itu, peran Kepala Lingkungan (Kepling) dapat menyadarkan sang suami untuk tidak melakukan tindakan KDRT terhadap istri, karena sudah ada UU yang melindungi perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga yakni UU RI nomor 23 tahun 2004, dari Sinopsis itulah KIM ”Sejahtera” Tebing Tinggi mampu meraih juara II dalam lomba obrolan pembangunan yang digelar oleh Pemprovsu ”, terang Khairil sembari mengatakan sebelumnya KIM Sejahtera meraih juara I Lomba Obrolan pembangunan Tingkat Kota Tebing Tinggi.

PEMKO TEBING TINGGI SERAHKAN BANTUAN MESJID AL-MUTTAQIN

Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bina Agama menyerahkan bantuan sebesar Rp. 20 juta untuk pembangunan kamar wudhu dan menara Mesjid Al-Muttaqin di Kelurahan Bandar Sono, Kecamatan Padang Hulu Jum’at (19/3).
Bantuan tersebut diserahkan Sekdako H. Irham Taufik, SH. MAP dan diterima Ketua BKM Al-Muttaqin H. Syaiful Bahri yang didampingi Ketua Panitia Pembangunan A. Hasan. Turut hadir Kabag Adm Kesra Pemko Tebing Tinggi M. Dimiyathi S.Sos. MTP, Kasubbag Bina Agama M. Hasbie Ashshiddiqi S.Ag. MM, Camat Padang Hulu Drs. Bambang Sudaryono serta Kepala Kelurahan Bandarsono.
Sekdako dalam kesempatan itu menyampaikan aspirasi kepada pengurus kenaziran Mesjid Al-Muttaqin yang terlihat kompak dalam mengelola dan membangun Mesjid, sehingga mampu meraih juara V sebagai Mesjid terbaik se-Sumut pada tahun 2007.
” Pemko sangat mengharapkan agar bantuan tersebut dapat dipergunakan sebaik-baiknya serta dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya, khusunya kepada masyarakat di sekitar Mesjid Al-Muttaqin ini ”, ujar Irham.
Menjelang Pilkada 12 Mei 2010, Irham Taufik juga berharap kepada jema’ah Mesjid dan seluruh warga untuk terus menjaga dan membina kekompakan dan jangan terpecah belah. ” Janganlah karena Pilkada kekompakan yang telah terbina erat selama ini jadi pecah, teruslah jalin Ukhuwah sesasama kita, ” pintanya.






Foto 1


Foto 2


Foto 3




Saat walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan melihat lokasi kebakaran di Keluarahan Bandar Sakti

TIGA RUMAH DILALAP SI JAGO MERAH

Tiga rumah permanen di lingkungan V Gang Ketumbar Kelurahan Bandar Sakti Kecamatan Bajenis, Senin (22/3) siang musnah dilalap si jago merah. Meski tidak ada memakan korban jiwa, diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran di siang bolong itu mengundang Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan, Wakil Walikota Drs. H. Syahril Hafzein dan Sekdako H.Irham Taufik SH,M.Ap, Kabag Humas PP Dras Khairil Anwar Nst,M.Si beserta stafnya meninjau ke lokasi kebakaran.
Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan atas nama Pemko Tebing Tinggi menyerahkan bantuan kepada tiga pemilik rumah yang hangus terbakar, yakni Nurah, Umar Fauzi (Gendon) dan Halimah. Tiga pemilik rumah itu memperoleh bantuan masing-masing Rp.1.5 juta.
Selain memberi bantuan materi, Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan juga meminta Lurah dan Camat Bajenis agar benar-benar memperhatikan tiga pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran untuk segera mencari solusi pembangunan kembali ketiga ruma tersebut. ” Meski ketiganya merupakan saudara, para korban agar tabah menghadapi cobaan dari Yang Maha Kuasa, ” kata Walikota.
Informasi yang diterima di lokasi kejadian menyebutkan, api berasal dari dapur kediaman Nurah. Api tidak bisa dipadamkan oleh masyarakat sehingga cepat merambat ke rumah Umar dan Halimah dan akhirnya menghabiskan ketiga rumah tersebut.

Foto 1


Foto 2


WALIKOTA TEBING TINGGI TINJAU PELAKSANAAN UN

Pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA dan SMK se-Kota Tebing Tinggi, Senin (22/3) berjalan lancar diikuti 4.232 siswa terdiri dari SMA/MA sebanyak 2.598 siswa SMA/MA dan 22 siswa SMK yang tidak megikuti UN umumnya beralasan sakit.
Dinas pendidikan setempat mengharapkan tingkat kelulusan siswa tahun ini berhasil dengan sempurna seperti tahun sebelumnya, ” Kita sama-sama mengharapkan seluruh siswa peserta UN dapat lulus 99% seperti tahun lalu dan bila perlu seluruh siswa dalam menghadapi Ujian Nasional tahun ini semua lulus mencapai 100% ”, terang Kadis Pendidikan Kota Tebing Tinggi didampingi sekretaris Drs. Sariono dan Kabid Dikdasmen Drs. Joner Sitinjak usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di beberapa sekolah.
Sebelumnya , Kadis Pendidikan bersama Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan, Kakan Kemenag Drs. Hasful Huznain dan Ketua Dewan Pendidikan Kota Tebing Tinggi Prof Dharmono meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ke sejumlah sekolah seperti Perguruan Djuanda, SMA Negeri 4, MAN Pemko serta SMA Negeri I jalan Yos Sudarso Tebing Tinggi.
Menurut Pardamean Siregar, sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pihaknya telah mengintruksikan ke setiap sekolah untuk dapat melaksanakan penambahan jam belajar dengan melakukan les privat, try out dan melaksanakan belajar kelompok di sekolah masing-masing.
Sementara Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan menilai, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA, SMK di Kota Tebing Tinggi berjalan aman dan lancar. ” Kita berharap pelaksanaan Ujian Nasional yang turut dimonitoring pihak kepolisian dan perguruan tinggi ini berjalan tertib dan aman ”, kata Walikota.

Foto 1


Foto 2





PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT PRIORITAS UTAMA
PEMKO TEBING TINGGI

Tahun 2011, Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi memprioritaskan pembangunan pada sektor pemeliharaan kesejahteraan rakyat, peningkatan sumber daya manusia dan pemulihan ekonomi daerah melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Prioritas pemeliharaan kesejahteraan rakyat dengan sasaran pembangunan menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 10.42 % ”, ungkap Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan ketika membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Rabu (24/3) di Balai Kartini.
Dijelaskan, arah dan kebijakan Pemko Tebing Tinggi dalam pembangunan di tahun 2011 dengan memperluas akses pelayaanan dasar masyarakat miskin. ” Pelaksanaan amanat UU Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dituntut menyusun rencana tahunan yang berfungsi sebagai landasan menyusun Rancangan APBD tahun 2011 dengan berharap masukan dari berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.
Pada acara itu, sejumlah LSM maupun kalangan masyarakat Kota Tebing Tinggi umumnya berharap kepada pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus tentang program penanggulangan banjir maupun peningkatan perekonomian kerakyatan.
” Penanganan perubahan iklim ataupun penanggulangan banjir di Kota Tebing Tinggi dilakukan dengan meningkatkan pelaksanaan rehabilitasi dan konversai, pengendalian pencemaran lingkungan serta meningkatkan penataan ruang terbuka hijau (RTH),” jelas Walikota.

Seputar Pemko 1


Walikota Ir.H. Abdul Hafiz Hasibuan dan Ibu memeberikan cemdera mata kepada mantan PT Bank Sumut Kota Tebing Tinggi di aula Balai Kartini.

TEMU PISAH PIMPINAN PT. BANK SUMUT KOTA TEBING TINGGI


Acara Temu Pisah Pimpinan PT. Bank Sumut Kota Tebing Tinggi yang lama H. Subianto, SE sekaligus perayaan Ulang Tahun yang ke-50 tahun, Rabu (17/3) di Gedung Balai Pertemuan Kartini.
Acara turut dihadiri Walikota Tebing Tinggi, Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan, Sekdako H. Irham Taufik, SH. MAP, Ketua PN Sun Basana Hutagalung, Kajari Lumumba Tambunan, SE, Wakaden, Ketua Kadin H. Daniel Sutlan, SE, Ny. H. Khairil Mukmin Tambunan, Kepala PU, Ketua PA, Kadisporabudpar Drs. H. Asmali, MBA, Pimpinan PT. Bank Sumut yang baru H. Khairil Anwar, SE, para Anggota Dewan Kota Tebing Tinggi, Alim Ulama, Tokoh-tokoh Agama dan para Pimpinan SKPD Kota Tebing Tinggi.
Dalam acara Temu Pisah pimpinan tersebut, H. Subianto, SE memberi kata sambutan dengan mengatakan ” Sudah empat tahun lebih 20 hari saya bertugas di Kota Tebing Tinggi dan pada tanggal 11 Maret lalu saya dimutasikan ke Medan sebagai Divisi Perencanaan Bank Sumut dan saya sangat berterima kasih kepada para LSM dan wartawan yang telah banyak mempromosikan Bank Sumut Kota Tebing Tinggi ”. ujarnya
Pimpinan PT. Bank Sumut yang baru, H. Khairil Anwar, SE dalam sambutannya mengatakan ” Sebelum saya dimutasi ke Kota Tebing Tinggi terlebih dahulu saya bertugas di PT. Bank Sumut Cabang Tanjung Balai selama empat tahun 20 hari dan pada tanggal 10 Maret saya dimutasi ke Kota Tebing Tinggi, saya berharap bisa mengikuti apa yang selama ini diperbuat Pak Subianto untuk PT. Bank Sumut Kota Tebing Tinggi saat bertugas, ” ujarnya.
Sementara itu Walikota Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan mengatakan ” Pisah Sambut atau alih tugas adalah hal biasa, jabatan adalah amanah dan pengalaman dari yang lalu lalu para Pimpinan PT Bank Sumut sesudah menjabat dari Kota Tebing Tinggi kebanyakan menjadi Dirut ”, ujarnya.













KECAMATAN BEJENIS KOTA TEBING TINGGI PENGELOLA RASKIN TERBAIK

Hasil penilaian Tim Monitoring yang dilakukan pada tingkat Kecamatan dan Kelurahan selama kurun waktu satu tahun anggaran 2009, Kecamatan Bajenis ditetapkan sebagai Kecamatan Pengelola Raskin terbaik dari 5 Kecamatan yang ada, sedangkan untuk tingkat Kelurahan terpilih 5 masing-masing, Kelurahan Pabatu, Mandailing, Tambangan, Rantau Laban dan Kelurahan Berohol.
Kepada para penyelenggara pengelola Raskin terbaik Pemerintah Kota Tebing Tinggi memberikan piagam penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Walikota Tebing Tinggi Drs.H.Syahril Hafzein dalam apel gabungan di halaman Pemko Tebing Tinggi Senin, (1/3).
Drs. H. Syahril Hafzein dalam sambutannya mengatakan, pemerintah menempatkan program penanggulangan kemiskinan itu dengan pengadaan beras untuk keluarga miskin, sebagai bentuk upaya Pemerintah membantu penyediaan sebahagian kebutuhan pangan pokok sehari-hari.
Melalui pelaksanaan program ini, bersama program bantuan penanggulangan kemiskinan lainnya, diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dalam peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial rumah tangga. Selain itu program raskin merupakan program transfer energi dalam bentuk kalori yang dapat mendukung program lainnya seperti perbaikan gizi, peningkatan kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan produktifitas keluarga miskin.
Diharapkan aparatur Pemerintah dapat benar-benar melayani masyarakat dengan baik, penuh perhatian dan lugas, baik pelayanan kesehatan dan pelayanan lainnya. ” Kepada Kelurahan dan Kecamatan yang memperoleh predikat pelayanan terbaik jangan cepat puas dan harus lebih meningkatkan lagi kinerjanya di tengah-tengah masyarakat dan bagi kelurahan yang belum dinilai baik agar bekerja keras untuk dapat setara dengan Kelurahan yang sudah memperoleh predikat dan ini pada prinsipnya untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai harapan masyarakat ” , ujar Syahril Hafzein.




3 ATLIT KKI IKUTI KEJURNAS DI CIBUBUR BOGOR


3 Atlit KKI Kota Tebing Tinggi berangkat mewakili Tim Pemprov Sumut mengikuti Kejurnas KKI di Cibubur, Bogor, Kamis s/d Sabtu (4-6/3). Kejurnas KKI itu dirangkai dengan Peresmian Dojo KKI terbesar di dunia yang terletak di Cibubur Bogor.
Demikian disampaikan Ketua KKI Kota Tebing Tinggi H. Azhar Efendi Lubis, SE saat melakukan audiensi dengan Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan yang sekaligus sebagai pembina KKI Kota Tebing Tinggi.
Ketua KKI Tebing Tinggi H. Azhar Efendi Lubis, SE didampingi Wakil Ketua Ridwan Napitupulu, SH, Bendahara TM. Arifin Tar dan pelatih Ipda Janpiter Napitupulu SH ( DAN III Karatedo) serta Irwansyah Putra (DAN II Karatedo) menyebutkan ketiga Atlit KKI tersebut merupakan andalan KKI Kota Tebing Tinggi.
Ketiga Atlit tersebut yakni Julrio Ferdinan Purba Kelas 75 Kg merupakan siswa SMA Negeri 3 Tebing Tinggi, Dewi Bayu Kelas 55 Kg (Putri) dan Novita Sari Siregar kelas 50 Kg merupakan siswa SMA Negeri 4 Tebing Tinggi.
Walikota Ir. H. Abdul Hafiz Hasibuan yang juga Pembina KKI Kota Tebing Tinggi cukup bangga melihat perkembangan KKI Kota Tebing Tinggi, ketiga Atlet KKI yang dikirim tersebut katanya sudah menjadi aset Sumatera Utara. Untuk itu dimintanya agar ketiganya benar-benar mempersiapkan diri baik secara fisik maupun kepercayaan diri.



WALIKOTA TEBING TINGGI TERIMA KUNKER KOMISI VIII DPR-RI


Walikota Tebing Tinggi diwakili Sekdako H. Irham Taufik, SH. MAP terima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI yang membidangi Keagamaan, Sosial dan Pendidikan dalam rangka melihat perkembangan pembinaan pendidikan agama di sekolah Madrasah yang dibina Pemko Tebing Tinggi maupun masyarakat (swasta), di MTs Al-Wasliyah Jalan 13 Desember Kota Tebing Tinggi.
Ketua Rombongan Drs. H. Ibrahim Sakti Batu Bara mengatakan sekolah Madrasah seperti Perguruan MTs Al-Wasliyah menjadi pintu gerbang pendidikan agama khususnya generasi muda, untuk itu perlu diberikan perhatian khusus dalam meningkatkan akhlak dan moral para pelajar tersebut. ” Kita akan meminta dan memperjuangkan agar pemeirntah lebih memperhatikan pengembangan pendidikan di sekolah Madrasah, ” ujarnya.
Menurut Ibrahim Sakti Batu Bara, kunjungan DPR-RI Komisi VIII bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan pembinaan yang dilakukan terhadap sekolah Madrasah, ” Masukan yang kami peroleh akan menjadi bahan bagi komisi VIII dalam melakukan pembinaan Madrasah ke depan, ” sebut Ibrahim Sakti sembari menyebutkan Madrasah yang ada di Kota Tebing Tinggi cukup bagus dan perhatian Pemko begitu besar demi kelangsungan pendidikan khususnya pendidikan agama Islam.
Sementara itu Sekdako H. Irham Taufik, SH. MAP menyebutkan bahwa kunjungan DPR RI Komisi VIII tersebut merupakan kehormatan tersendiri bagi Pemko Tebing Tinggi. Menyangkut masalah pendidikan, Pemko Tebing Tinggi tetap memberikan perhatian yang besar terhadap sekolah Madrasah agar pendidikan agama tetap eksis. Bidang Pendidikan, kata Sekda adalah salah satu Visi Misi yang harus diwujudkan Pemko Tebing Tinggi.
Pemko Tebing Tinggi mengharapkan DPR-RI dapat memperjuangkan agar sekolah Madrasah mendapat bantuan dan perhatian yang besar dari Pemerintah Pusat. ” Jika hanya mengandalkan keuangan daerah untuk membantu Madrasah tidak cukup dan sangat kecil ”, sebut Irham Taufik.
Dalam kesempatan itu, Komisi VIII DPR-RI menyerahkan bantuan pembinaan terhadap MTs Al-Wasliyah Kota Tebing Tinggi sebesar Rp. 80 juta. Selain itu dilakukan tukar cenderamata berupa Plakat DPR-RI dan Pemko Tebing Tinggi.

Agama

RAHMATAL LIL ‘ALAMIIN
YANG DIBAWA MUHAMMAD SAW



Oleh Drs. Abd. Hafizun, SH
Panitera/Sekretaris
Pengadilan Agama Tebing Tinggi.
Firman Allah Swt :
” Dan Tiadalah Kami mengutus kamu,
melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam ” .(Q.S.Al Anbiya’;107)


Memperhatikan maksud kandungan Firman Allah Swt diatas, dapat diungkapkan suatu pengertian, bahwa agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhamad Saw sebagai utusan Nya adalah suatu agama yang mempunyai wawasan dasar Rahmatan lil ’Alamin. Ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw itu mengacu sekurang-kurangnya pada 4 hal :
1. Mendidik individu manusia sebagai elemen dasar masyarakat dengan kesadaran beribadah, sebagai upaya perwujudan manusia yang berkualitas secara utuh, rohani dan jasmani, manusia yang berprilaku etis dan relegius.
Dalam Q. S. Adz Dzariyaat ayat 56, Allah Swt berfirman yang artinya : ” Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan ”.
Ibadah yang baik dalam terminologi Islam adalah kepatuhan, pengharapan dan sekaligus kecintaan. Kekaguman kepada Tuhan / Allah Swt YME karena kebesaran, kenikmatan dan kekuasaan Nya, keikhlasan yang mendalam, rasa kepatuhan, ketakutan pada Allah Swt kalau sampai meninggalkan ibadah yang diperintahnya itu, mengharap akan ridha Nya dan kecintaan pada Allah Swt .
Diantara bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt ialah beramar ma’ruf nahi mungkar menurut kemampuan masing-masing, Allah Swt pasti tahu itu, serta jihat fi sabilillah melawan kekufuran dan nifaq, dengan bersungguh-sungguh untuk menegakkan agama Allah Swt dan menjalankan sunnah Rasul Nya sambil minta pertolongan kepada Allah Swt untuk menghilangkan segala bentuk kejahatan yang dilarang Nya.
Melaksanakan Ibadah dalam Ajaran Islam adalah merupakan manifestasi, pembuktian dari pernyataan iman hamba Nya. Oleh karena itu, sebelum beribadah ada keimanan lebih mendasar dahulu. Ibadah yang tidak didasari dengan keimanan tidak akan berkuwalitas dan berpengaruh apa-apa dalam kehidupan. Seorang yang imannya bagus ibadahnya akan berkuwalitas. Untuk mengetahui masalah ibadah, Syaihkul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan ” Ibadah adalah sebuah kata yang menyeluruh, meliputi apa saja yang dicintai dan diridhai Allah Swt, menyangkut seluruh ucapan dan perbuatan yang tidak tampak maupun yang tampak ”.
Ibadah dalam ajaran Agama Islam adalah merupakan manifestasi, pembuktian dari pernyataan iman. Seorang yang imannya bagus ibadahnya akan berkualitas, amal perbuatannya akan shaleh dan jauh dari noktah noda dan dosa. Dengan kesadaran beribadah akan lahirlah amal shaleh yang berdampak positif bagi dirinya sendiri maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya. Berkat iman adn amal shalehnya akan tersebarlah rahmat Allah Swt di tengah-tengah masyarakat.
2. Menegakkan keadilan dalam kehidupan sosial, baik terhadap sesama muslim maupun dengan pihak lain.
Agama Islam memerintahkan kepada seluruh pemeliknya untuk berbuat adil dan melarang berbuat zhalim. Perbuatan zhalim yang dibuat pada orang lain sama halnya berhutang yang harus dibayar lunas seketika. Siapapun yang berbuat zhalim pada sesamanya, dipastikan mendapat balasan dari Allah Swt. Balasan itu kita tidak tahu kapan datangnya. Jika balasan itu datang tidak seorangpun yang dapat untuk menolongnya, termasuk dirinya sendiri, kecuali Allah ’Azza wajalla. Allah Swt mengancam dengan keras terhadap orang-orang yang berbuat zhalim dalam kehidupannya, hal ini dapat dilihat di dalam Q.S. Al Furqan ayat 19 yang artinya : ” Maka Sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan Maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barang siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar ”.
3. Melindungi hak-hak azazi manusia, termasuk didalamnya melindungi hak beragama, kebebasan berprestasi, memandang manusia sebagai makhluk yang merdeka. Meskipun semua kebebasan tersebut tidak terlepas dari tanggungjawab, baik kepada dirinya sendiri maupun kepada sesama manusia, yang kita kenal dengan tanggungjawab sosial, juga kepada tuhan.
Agama Islam sangat menjunjung tinggi kemerdekaan dan kebebasan. Tidak ada paksaan dalam memeluk agama islam. Salah satu buktinya adalah, agama Islam di kembangkan dan disampaikan tidak dengan cara paksaan atau dengan melakukan kekerasan, tetapi agama Islam dipeluk dan dianut oleh umat manusia atas dasar kesadaran dan keikhlasan. Dalam hal ini Allah Swt berfirman dalam Q.S. Al Baqarah ayat 256 yang artinya : ” Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui ”.
4. Mewujudkan kemashlahatan.
Imam Asy Syathibi, menyatakan kemashlatan itu ada tiga katagori yaitu :
a. Kemashlahatan yang dharuriyaat; kemashlahatan yang menentukan kesejahteraan hidup secara mendasar, baik hidup di akhirat maupun hidup di dunia, jadi bersifat primer.
b. Kemashlahatan yang hajiiyaat; kemashlahatan yang diperlukan dalam kehidupan individu maupun masyarakat, contohnya kesehatan dan pendidikan. Kemashlahatan hajiiyaat secara umum bersifat sekunder dibawah dharuriyaat. Walaupun demikian, masalah yang masuk dharuriiyaat atau hajiiyaat dapat berubah dalam tingkat kehidupan dan peradapan manusia yang terus berkembang. Mingkin suatu masalah yang sekarang masih bersifat hajiiyaat, dalam beberapa waktu mendatang berubah menjadi dharuriiyaat.
c. Kemashlahatan yang bersifat tahsiniyaat. Kemashlahatan yang merupakan faktor penyempurna dan memperindah terhadap kemashlahatan - kemashlahatan terdahulu, bersifat tertier, tidak mengakibatkan dampak yang fatal seandainya belum atau tidak terwujud.
Menurut Imam Al Ghazali, ada lima hal yang merupakan masalah dharuriiyaat dalam hidup manusia ini, yaitu :
1). Agama, (ad-diin),
2). Jiwa, (an-nafs),
3). Akal, (al-aql),
4). Harta (al-maal), dan
5). Keturunan (an-nasl).
Dalam istilah Ajaran Islam, lima hal tersebut dikenal dengan ” al-dharuriyaat al-khams ”. Al Ghazali menyatakan bahwa segala hal yang dapat menjamin eksistensi dan pelestarian lima macam dharuriiyaat tersebut dapat disebut Mashlahah (konstruktif), dan sebaliknya, segala hal yang mengganggu eksistensi dan pelestariannya dapat disebut Mafsadah (distruktif). Perjuangan untuk mencapai kemashlahatan yang mengarah pada turunnya rahmat dan maghfirah dari Allah Swt dalam kehidupan umat Islam dan umat lainnya adalah misi utama yang diemban oleh Nabi Muhammad Saw sebagai Rasul / utusan dalam menjalankan tugas risalahnya dari Allah Swt di muka bumi yang fana ini. Denagn demikian diharapkan, akan menjadikan Negara kita menjadi Negara yang Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafuur.

Rabu, 14 April 2010

Ragam

RAGAM 1


Walikota. PL Sekda, Mantan Sekda, bersama seluruh kepala SKPD Kota Tebing Tinggi setelah acara serah terima tugas Sekdako dari H. Irham Taufik SH, MAP kepada Drs.H.Agussalim

Walikota Tebing Tinggi.
PNS PEMKO TEBING TINGGI HARUS MEMBANGUN KEBERSAMAAN,
KEKOMPAKAN DAN PERSAUDARAAN.


Walikota Tebing Tinggi Ir.H. Abdul Hafiz Hasibuan mengajak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk terus membangun Kebersamaan,kekompakan dan persaudaraan khususnya dalam menghadapi Pemilu Kada mendatang, hingga mampu menepis isu-isu bahwa PNS Tebing Tinggi terkotak-kotak hingga mengganggu Kinerja para pegawai.
Dengan terganggunya kinerja PNS dilingkungan Pemko Tebing Tinggi dikhawatirkan akan berdampak pula dalam memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat yang merupakan tanggung jawab kita bersama dari mulai jajaran yang paling bawah sampai level yang teratas, hal semacam ini jangan sampai terjadi dilingkungan Pemko Tebing Tinggi.
Demikian antara lain yang disampaikan Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan dalam acara serah terima tugas Sekertaris Daerah Kota Tebing Tinggi dari H.Irham Taufik SH.MAP yang mengundurkan diri karena maju sebagai calon Wakil Walikota, kepada Plt. Drs.H.Agus Salim asisten Umum Bidang Pemerintahan Senin (22/3) diruang data yang semua Kepala SKPD dan Camat se Kota Tebing Tinggi.
Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan sebelum menyampaikan bimbingannya dihadapan para Kepala SKPD dan Camat, sempat terlebih dahulu melakukan cek and ricek satu persatu dari kehadiran para Kepala SKPD dan Camat, dan hasilnya ada 2 kepala SKPD yang tidak hadir hanya mengirimkan perwakilannya saja yakni Kadis Perindagkop dan Kabag Hukum karena alasan berada diluar kota, 2 dari camat 5 yang ada juga tidak hadir yakni Camat Padang Hilr dan Camat Rambutan dengan alasan sakit.
Saya perlu melakukan cek dan recek atas kehadiran saudara-saudara karena pertemuan ini saya nilai penting,bukan hanya sekedar acara serah terima tugas sekdako saja, melainkan juga untuk memberikan penjelasan guna menepis beberapa isu-isu diluar yang sedang berkembang tentang PNS Pemko Tebing Tinggi,khususnya dalam menghadapi Pemilu Kada.
Secara transparan Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan sebagai Walikota Tebing Tinggi menjelaskan berkaitan dengan pencalonan dari H.Irham Taufik SH.MAP, Drs.H.Syahril Hafzein maupun Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan.MM dari mulai sejak awal hingga saat ini sama sekali tidak pernah melakukan intervensi,bahkan mereka sendiripun hingga saat ini tidak pernah menyampaikan secara resmi kepada saya jika ingin maju, itu semua adalah hak mereka, saya tak berhak melarangnya.


Untuk itulah saya berharap dan percaya para PNS dilingkungan Pemko Tebing Tinggi akan mampu memilih dan memilah yang terbaik dalam menentukan pilihannya pada Pemilu Kada nanti, yang tentunya dilakukan untuk kelanjutan pembangunan Kota Tebing Tinggi akan lebih baik lagi dari sekarang.
Khusus kepada Drs.H.Agussalim sebagai Plt Sekdako Tebing Tinggi diharapkan Walikota agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya secara baik membantu tugas Walikota,lebih baik membicarakan secara langsung kepada saya jika ada hal.-hal yang kurang berkenan berkaitan dengan tugas-tugas,ketimbang berbicara diluaran yang macam-macam yang tidak jelas ujung pangkalnya.
Kepada Kepala SKPD diingatkan pula oleh Walikota, agar selalu tetap berkoordinasi dengan Sekdako dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan,meskipun kadang kala bisa saja tampa melalui Sekdako berhubungan langsung dengan Walikota, jangan manfaatkan hal semacam ini untuk meninggalkan keberadaan Sekdako, setidak-tidaknya kalian harus memberikan laporan kepada Sekdako,ujar Walikota Tebing Tinggi
Akhir pengarahannya Walikota Tebing Tinggi mengharapkan kepada seluruh jajaran PNS dilingkungan Pemko Tebing Tinggi ikut bersama-sama mensukseskan Pemilu Kada mendatang, dan selalu bekerja sama dan sama bekerja dengan Plt Sekdako Tebing Tinggi untuk kelancaran tugas-tugas yang merupakan tanggung jawab kita bersama.
Mohon dukungan
Sebelumnya memberikan sambutan H.Irham Taufik.SH,MAP yang mengkisahkan perjalanan kariernya selama menjadi PNS dan sempat berpindah-pindah tugas di beberapa daerah Kabupaten dan Kota sebelum sampai di Kota Tebing Tinggi, dan hingga kini sudah bermukim di Tebing Tinggi selama 9 tahun dan menjabat sebagai Sekdako Tebing Tinggi selama 8 tahun 1 bulan,sebelum mengundurkan diri karena maju sebagai calon Wakil Walikota.
Secara jujur H.Irham Taufik sebagai warga Korpri didalam pencalonannya sebagai Wakil Walikota mohon dukungan sepenuhnya dari Keluarga Korpri Kota Tebing Tinggi, marilah terus kita jaga dengan baik hubungan silaturahmi dan persaudaraan kita terus menerus meskipun saya tidak lagi bertugas sebagai Sekdako Tebing Tinggi tetapi saya masih menjabat ketua Korpri hingga saat ini.
Dan kepada segenap PNS dilingkungan Pemko Tebing Tinggi H.Irham Taufik.SH.MAP menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja samanya selama ini membantu kelancaran tugas-tugas sebagai Sekdako,kiranya hal ini dapat juga diteruskan kepada Bapak Drs.H.Agussalim sebagai Plt Sekdako dan mohon maaf apabila selama menjabat Sekdako tidak mampu mengakomodir semua keinginan yang diharapkan karena memang keterbatasan saya .
Sementara itu Drs.H.Agussalim dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan yang memberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Plt Sekdako sampai menanti Sekdako yang difinitif beberapa bulan kedepan.
H.Agussalim juga mengharapkan kerja sama dan sama bekerja dengan Kepala SKPD dan sudah pasti saya tidak akan mampu berbuat apa-apa tampa bantuan SKPD apalagi beberapa Kepala SKPD adalah merupakan para senior saya,bila dibandingkan dengan Bapak H.Irham Taufik, yang sudah melanglangbuana bertugas dibeberapa daerah dan penuh dengan pengalaman saya belumlah apa-apa, dan sejak saya meniti karier sebagai PNS dimulainya di Kota Tebing Tinggi hingga saat ini.
Untuk itulah dengan segala kerendahan hati saya berharap bantuan dari segenap PNS Pemko Tebing Tinggi umumnya dan kepala SKPD khususnya tetap bekerja sama saling membantu sesuai dengan tugas kita masing-masing dan tetap berpegang pada peraturan yang ada, saling menghormati dan menghargai,karena apapun yang kita lakukan hanyalah merupakan suatu tanggungjawab dan pengabdian kita terhadap bangsa dan negara.
Acara yang berlangsung selama lk 4 jam tersebut akhirnya ditutup dengan pembacaan doa oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Tebing Tinggi Drs.Hafzul Husnain.SH dan selanjutnya melakukan foto bersama antara H.Irham Taufik.SH.MAP dengan Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan, Plt Sekdako Drs.H.Agussalim dan para kepala SKPD sekota Tebing Tinggi.( Dhani E. Elison )



RAGAM 2

foto 1




foto 2



foto 3




MTQ TEBING TINGGI, KEC.RAMBUTAN JUARA UMUM
Oleh : Zalika Syaidina Azhahra

KECINTAAN kepada kitab suci Al-Quran adalah modal dasar umat muslim guna membentuk karakter diri untuk bermasyarakat dan mempraktekan nilai-nilai isi dari al-quran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan salah satu sarana mempraktekan kecintaan terhadap al-quran tersebut dengan dilaksanakannya penyelenggaraan Musabaqah Tilatil Quran setiap tahun yang dimulai dari tingkat kelurahan sampai pada tingkat Internasional
Untuk tingkat Kota Tebing Tinggi penyelenggaraan MTQ ke 42 tahun 2010, Kecamatan Bajenis dihunjuk oleh LPTQ Tebing Tinggi sebagai tuan rumah sebagai penyelenggara dan dilaksanakan di gedung Balai Kartini berlangsung selama 2 hari, berlangsung sukses, dan ditutup secara resmi oleh Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan, sekaligus pengumuman bagi para pemenang.
Dalam acara penutupan MTQ tersebut Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan yang akan mengakhiri masa bhaktinya 2010 ini mengajak segenap masyarakat Tebing Tinggi harus terus merubah kehidupan lebih baik tinggalkan kebiasaan lama yang telah usang dan sonsong masa depan Kota ini lebih baik bermodalkan ajaran dan nilai-nilai Al-quran, dengan mengajarkan kepada anak cucu kita agar mereka mempertahankan budaya dan etika yang baik,ajarkan kepada mereka cara memahami al-quran dengan benar, dan ajarkan pula kepada mereka agar mampu melaksanakan ajaran al-quran dalam kehidupan sehari-hari.
Diingatkan pula oleh Walikota Tebing Tinggi bahwa kita telah banyak meninggalkan nilai-nilai ajaran al-quran dalam kehidupan seperti membaca,tetapi umat islam masih banyak yang bodoh, amanah tetapi umat islam selalu berbuat curang, Dermawan namun umat islam masih banyak yang pelit, pemaaf tapi umat islam masih banyak pendendam, Jujur tetapi umat islam masih banyak yang melakukan kecurangan, Sifat Marhamah akan tetapi umat islam masih banyak pendengki dan penebar permusuhan dan Bersih tapi kenyataaanya kita membiarkan sampah-sampah berserakan.
Dengan momentum MTQ ke 42 ini diharapkan Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan sebagai umat muslim menyadari sepenuh hati bahwa masih banyak ajaran dari al-quran yang belum dilaksanakan dalam kehidupan dan tak jarang selalu ditemui anak-anak yang tidak santun pada orang tua, sesama tetangga tidak bertegur sapa, fakir miskin dibiarkan begitu saja dan segala macam maksiat meraja lela.
Walikota Tebing Tinggi juga memberikan dukungan sambutan yang baik terhadap rencana LPTQ untuk memberikan pembinaan terhadap imam mesjid memberikan pengetahuan ilmu fiqih, agar tidak lagi ditemui imam yang kurang fasih membaca fatiha,dijadikan imam karena rajinnya datang sholat kemasjid, sementara yang fasih tak mau sholat kemesjid dan ini sungguh memprihatinkan kita.
Dan mendirikan perpustakaan al-quran di kota ini, dan diharapkan dengan adanya nantinya perpustakaan ini yang dikelola secara modern dapat pula dijadikan sebagai pusat kajian ilmu al-quran di Tebing Tinggi, untuk hal ini diharapkan pula para Dermawan berkenan ikut membantu dan berpatisipasi agar rencana yang baik ini bisa terwujud, demikian harap Walikota.
Sementara itu Ketua LPTQ Tebing Tinggi H.Irham Taufik.SH.MAP dalam sambutannya mengatakan penyelenggaraan MTQ ke 42 kali ini dengan menggunakan Informasi Teknologi (IT) menambah rangkaian nilai positif dan sungguh merupakan suatu kebanggaan bagi LPTQ, bahwa MTQ kali ini dari sisi kuantitas menunjukan pertambahan peserta yang signifikan dibandingkan tahun lalu demikian sisi kualitas.
Semua itu dapat terjadi bukan datang begitu saja melainkan tidak terlepas dari kerja keras pada ustad dan ustandzah dan seluruh pengurus LPTQ yang serius membina para peserta
dan kita berharap hasil yang dicapai nantinya merupakan kado yang terindah dan terakhir untuk Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan dengan mencapai prestasi terbaiknya pada MTQ Tingkat Propinsi di Kabupaten Mandailing Natal April mendatang.
Pada MTQ sebelumnya di Kota Tanjung Balai, Kota Tebing Tinggi masuk dalam peringkat 4 Sumatera Utara dengan raihan beberapa juara dan tilawah putra menjadi utusan Sumatera ke tingkat nasional di Banten, dan karena prestasi-prestasi yang diperoleh tersebut Walikota memberikan bonus berupa umroh kepada pemenang 1 dan uang pembinaan kepada pemenang lainnya.
Sekertaris LPTQ Tebing Tinggi Hasbi Assidiqqi kepada SINERGI menjelaskan usai pelaksanaan MTQ dan kepada para pemenangnya akan dilaksanakan pembinaan terpadu selama 1 bulan penuh menjelang menuju MTQ tingkat propinsi di Mandailing Natal, dan pembinaan kali ini kita sebut dengan ” MTQ hadiah kenangan ”, dan tahun sebelumnya di Tanjung Balai kita sebut dengan ” MTQ Berprestasi ”, hal ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan semangat bagi Qori dan Qoriah.
Dan dijelaskan oleh Hasbi bahwa hasil dari MTQ yang baru saja usai dilakukan ditingkat Kota Tebing Tinggi, pemenangnya tidak menjadi utusan mutlak untuk mewakili Tebing Tinggi pada MTQ Provinsi, nantinya, karena kita terus melakukan pembinaan selama sebulan ini, jika memang berprestasi dan semakin baik pasti kita ikut sertakan, kita berharap utusan Tebing Tinggi nantinya mampu mencapai prestasi terbaik, dengan harapan ini menjadi ajang MTQ terbaik yang dapat dipersembahkan LPTQ Tebing Tinggi untuk Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan, yang akan mengakhiri masa bhaktinya di Tebing Tinggi.
Hasbi Assidiqqi mengakui peran serta Walikota Tebing Tinggi demikian besar buat pengembangan LPTQ Tebing Tinggi, beliau begitu respek dan selalu memberikan dukungan sepenuhnya setiap kegiatan yang dilaksanakan LPTQ Tebing Tinggi, dan pantas pula kami ingin memperlihatkan prestasi terbaik,dan menyatakan bahwa bantuan dan perhatian yang diberikan tidaklah sia-sia.
KEC.RAMBUTAN JURA UMUM.
Dari pelaksanaan MTQ ke 42 tingkat Kota Tebing Tinggi peserta dari Kecamatan Rambutan berhasil meraih beberapa juara dan sekaligus menjadikan Kecamatan Rambutan keluar sebagai Juara Umum dengan nilai 54 dan hadiah berupa piala juara diterima Camat Rambutan Muhammad Wahyudi.S.STP. Msi yang diserahkan langsung oleh Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan.
Camat Rambutan Wahyudi kepada SINERGI mengatakan prestasi yang oleh peserta dari Kecamatan Rambutan merupakan hasil kerja keras dari mereka secara rutin terus berlatih dan belajar dengan dibimbing oleh guru-guru profesional, pihak Kecamatan hanyalah sebagai mediatornya saja, dan harapan saya mereka jangan terus merasa puas dengan hasil yang dicapai,melainkan ini dijadikan motivasi untuk terus berlatih,mudah-mudahan bisa ikut serta pada MTQ ditingkat Sumatera Utara,ujar Yudi.

WAWASAN

MINIMALISASI SAMPAH DAN PERAN SERTA MASYARAKAT
Oleh : Lambas Silalahi

Pandangan Umum
Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, menimbulkan bertambahannya volume , jenis dan karateristik sampah yang semakin beragam. Disamping itu, pola komsumsi masyarakat memberikan kontribusi dalam menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam, antara lain sampah kemasan yang berbahaya dan/atau sulit diuraikan oleh proses alam.
Selama ini sebagaian besar masyarakat masih cenderung memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang bermanfaat. Masyarakat dalam mengelola sampah bertumpu pada pendekatan akhir, yaitu sampah dikumpuklan, diangkut dan dibuang ke tempat pemprosesan akhir sampah. Timbunan sampah pada lokasi pemprosesan akhir sampah menghasilkan gas metan (CH4). Semakin besar volume timbunan sampah maka semakin besar pula gas metana yang dilepaskan. Gas metana yang dihasilkan dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Terurainya timbunan sampah harus melalui proses alam dalam jangka waktu yang lama dan juga memerlukan dan yang tidak sedikit untuk penanganannya.
Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah harus digantikan dengan paradigma baru. Paradigma baru untuk pengelolaan sampah berupa kegiatan sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pandangan baru ini melihat sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan, misalnya untuk energi, kompos, pupuk dan bahan baku industri.
Pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang konprehensif dari hulu sampai ke hilir, yaitu dari awal sebelum dihasilkannya suatu produk yang berpotensi menjadi sampah sampai pada fasa produk sudah digunakan sehingga menjadi sampah yang kemudian dikembaliakn ke media lingkungan secara aman. Pengelolaan sampah dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan, penggunaan kembali, dan pendauran ulang. Penanganan sampah meliputi pemilihan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir.
Pasal 28H ayat (1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan hak kepada setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Amanat tersebut menyatakan bahwa pemerintah wajib memberikan pelayanan publik dalam pengelolaan sampah. Pemerintah merupakan pihak yang berwenang dan bertanggung jawab di bidang pengelolaan sampah, meskipun secara operasional pengelolaannya dapat bermitra dengan badan usaha. Selain itu organisasi persampahan, kelompok masyarakat yang bergerak di bidang persampahan dapat juga dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah.

Defenisi Sampah.
Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Penghasil sampah adalah setiap orang dan/atau akibat proses alam yang menghasilkan timbunan sampah. Sampah yang dikelola berdasarkan UU no.18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah terdiri atas:
a. Sampah rumah tangga, berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.
b. Sampah sejenis sampah rumah tangga, adalah sampah yang tidak berasal dari rumah tangga. Sampah ini berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya. Kawasan komersial berupa pusat perdagangan, pasar, pertokoan, perkantoran, restoran, hotel dan tempat hiburan. Kawasan khusus berupa cagar budaya. Fasilitas sosial berupa rumah ibadah, panti asuhan dan sosial. Fasilitas umum berupa terminal, taman, jalan, trotoar. Fasilitas lainnya berupa rumah tahanan, rumah sakit, klinik dan kawasan pendidikan.
c. Sampah spesifik, meliputi:
1. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun.
2. Sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun.
3. Sampah yang timbul akibat bencana.
4. Puing bongkaran bangunan.
5. Sampah yang timbul secara tidak periodik.

Minimalisasi sampah dan peran serta masyarakat.
Konsep minimalisasi sampah di rumah tangga ini disebut juga 3R di Rumah Tangga. Konsep 3R di rumah tangga wujud nyata peran serta masyarakat.
Berdasarkan pemahaman tentang pengelolaan sampah, maka peran masyarakat sebagai bagian penghasil sampah sangat diperlukan. Peran serta masyarakat ini dapat berupa peran perseorangan, kelompok orang maupun badan hukum, yaitu:
1. Pengurangan sampah oleh masyarakat, antara lain:
a. Kegiatan masyarakat untuk pembatasan menghasilkan sampah.
b. Penggunaan kembali sampah yang masih layak pakai.
c. Pendaur-ulangan sampah.
2. Penanganan sampah oleh masyarakat meliputi kegiatan masyarakat untuk:
a. Pemilahan sampah berdasarkan jenis sampah.
b. Pengumpulan sampah-sampah yang telah dipilah ke tempat masing-masing berdasarkan jenisnya.
c. Pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir.
Konsep 3R di Rumah Tangga.

Reuse (penggunaan kembali).
- Gunakan kembali wadah/kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya.
- Gunakan wadah/kantong yang dapat digunakan berulang-ulang.
- Gunakan baterai yang dapat di-charge kembali.
- Jual/berikan sampah yang telah terpilah kepada pihak yang memerlukannya.

Reduce (pembatasan atau pengurangan)
- Pilih produk dengan pengemas yang dapat didaur ulang.
- Hindari pemakaian/pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
- Gunakan produk yang dapat diisi ulang (Refill).
- Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.

Recycle (Pendaur-ulangan)
- Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
- Lakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos.
- lakukan pengolahan sampah non organik menjadi barang yang bermanfaat.

Pemilahan sampah oleh masyarakat sebagai tahap dari penanganan sampah dapat dilakukan dengan dasar pemilahan:
1. Sampah organik layak kompos, seperti: dedaunan, sisa sayuran, sisa makanan.
2. Sampah non organik tidak layak kompos, seperti: kertas, plastik, gelas (botol, beling), logam (kaleng, besi, seng), karet, kain (kain bekas, potongan kain).
3. Sampah mengandung B3 (Bahan beracun dan berbahaya) seperti: baterai bekas, jarum refill tinta printer.

Penutup.
Pada prinsipnya, peran serta masyarakat untuk minimalisasi sampah sangat penting. Selain turut langsung dalam kegiatan yang telah diuraikan diatas, masyarakat juga memberikan usul, pertimbangan dan saran kepada Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dalam pengelolaan sampah. Perumusan kebijakan pengelolaan sampah dan pemberian saran dan pendapat dalam penyelesaian sengketa persampahan. Dengan meningkatnya peran serta masyarakat maka kita harapkan adanya peningkatan manfaat bagi masyarakat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

”Mulai dari diri sendiri, saat ini dan disini”

Penulis adalah Staf LHKP Kota Tebing Tinggi